Teknik Lari Estafet: Cara Melakukan Start, Memegang Tongkat, Mengoper Dan Menerima Tongkat Estafet

Teknik Lari Estafet
Teknik Lari Estafet

Apa saja teknik Lari Estafet yang perlu dikuasai oleh para atlet lari ?. Lari estafet tentu anda sudah tidak asing dengan olahraga yang satu ini. Setiap orang berlari membawa tongkat kemudian dioperkan kepada temannya hingga orang terakhir membawanya menuju garis finish. Konsep olahraga ini pasti anda pernah praktikkan semasa sekolah. Namun sebenarnya pada ranah olahraga profesional, lari estafet di sini ada beberapa aturan yang ketat sehingga kesalahan 1 orang bisa membuat 1 tim terdiskualifikasi.

Teknik Lari Estafet yang Baik dan Benar yang Sebaiknya Anda Ketahui

Bagi anda yang masih awam soal ini berikut adalah beberapa aturan dalam teknik lari estafet :

Bacaan Lainnya

Cara Melakukan Start Dalam Perlombaan Lari Estafet Profesional

Dalam perlombaan lari yang sudah masuk ranah profesional, sang atlet juga harus paham cara melakukan start yang benar, Begitu pula pada kategori lari estafet ada beberapa pengkondisian sebagai berikut :

  1. Dalam memulai ancang-ancang sebelum berlari, pemain harus memulai dalam posisi jongkok
  2. Ketika sedang berjongkok tersebut pelari harus menempatkan tangannya di belakang garis start
  3. Oleh karena dalam lari estafet ini juga membawa tongkat maka tongkat tersebut juga tidak boleh menyentuh garis start.

Aturan ini adalah mutlak sehingga bila sang pelari teledor saat melakukan start, akan segera didiskualifikasi.

Cara Memegang Tongkat Estafet

Berlari dengan kecepatan tinggi dalam trek yang panjang tidaklah mudah. Tongkat bisa saja jatuh dan selip dari tangan. Tongkat yang jatuh secara otomatis akan membuat tim terdiskualifikasi. Maka dari itu anda harus tahu cara memegang tongkat estafet tersebut untuk meminimalkan risiko selip.  . Caranya adalah anda  memegang tongkat estafet  pada bagian tengah. Gunakan tangan terkuat anda saat memegang sehingga nantinya posisi tongkat tidak akan berubah saat anda berlari.

Mengoper Dan Menerima Tongkat Yang Tepat Dalam Teknik Lari Estafet

Cara Mengoper Tongkat Estafet

Titik rawan lain yang bisa menyebabkan tongkat estafet  terjatuh adalah saat mengoperasikannya dari 1  pelari ke pelari lain. Untuk mencegah hal itu maka ada beberapa langkah metode yang bisa anda praktekkan :

  1. Sebaiknya pelari yang akan  memberikan tongkat pada pelari berikutnya menggunakan tangan kanan. Sementara itu penerima sebaiknya menggunakan tangan kiri saat akan menerima operan tongkat. Posisi seperti ini membuat pengoper dan penerima tongkat lebih nyaman. Ada risiko antar pelari bersenggolan 1 sama lain bila mengoper dan menerima dengan tangan yang sama.
  2. Tongkat estafet sebaiknya diayunkan dari belakang ke depan  supaya pelari selanjutnya dapat menerima tongkat dengan lebih cepat. Maka dari itu penerima di sini harus juga harus fokus dan siap mendapatkan operan dari pelari sebelumnya. .Kesiapan ini dilakukan dengan menghadapkan  posisi tubuh ke depan sehingga anda dapat segera  berlari setelah menerima tongkat.
  3. Untuk lebih meminimalkan risiko jatuhnya tongkat, maka pelari tepat sebelum mengoper harus membuka lebar ibu jarinya. Sementara keempat jari lainnya tetap tertutup rapat. Posisi ini akan membuat tongkat tetap kokoh tapi juga lebih mudah untuk dioperkan dan diterima, Bandingkan bila anda mengoper dengan jempol ikut tertutup, saat pelari berikutnya menarik tongkat dari tangan, anda kemungkinan akan ikut tertarik. Hal ini bisa terjadi karena jempol yang tertutup membuat genggaman anda jadi lebih kuat. Untuk sedikit melonggarkan genggaman  inilah, jempol perlu dibuka lebar.

Cara Menerima Tongkat Estafet

Lebih detailnya dalam menerima tongkat, pelari bisa menggunakan 2 teknik berikut :

  1. Pertama adalah cara visual di mana pelari yang menerima tongkat  menoleh atau melihat ke belakang untuk melihat pelari yang akan mengoperkan. Teknik ini biasanya dilakukan pada perlombaan dengan kategori Jarak Lari Estafet 4 x 400 meter.
  2. Kedua adalah cara non visual dimana penerima tongkat menerima tanpa melihat atau menoleh ke belakang. Cara ini biasanya dilakukan oleh pelari ketika menghadapi pertandingan untuk jarak pendek seperti 4×100 meter. Dengan kondisi seperti itu jelas mengharuskan pelari untuk tidak menyia-nyiakan setiap waktu yang ada. Menerima tanpa menoleh memang membuat mereka dapat segera fokus berlari saat menerima tongkat. Namun risiko tongkat terjatuh juga lebih tinggi karena penerima hanya menggunakan indera peraba tanpa memperhatikan kesiapan pelari sebelumnya dalam mengoper. Oleh karena itulah dibutuhkan kekompakan yang lebih bagi tiap pelari yang bertanding di nomer ini.

Akan tetapi selain pemosisian tubuh yang baik, ada aturan yang lebih penting yang harus dipatuhi oleh para pelari. Pelari baru bisa mengoper setelah memasuki area khusus yang disebut wissel. Area ini memiliki panjang sekitar 20 meter yang dibatasi oleh 2 tanda kuning. Bila pelari mengoper di luar area maka akan langsung terdiskualifikasi.

Itulah tadi beberapa teknik lari estafet dan aturan yang harus kalian ketahui. Dengan teknik dan aturan tersebut, kalian bisa lebih efisien dalam berlari tapi tetap tidak  sampai melanggar aturan. Tentu sangat disayangkan bukan jika kalian sudah berlatih dengan baik tapi kemudian terdiskualifikasi karena tidak memahami aturan yang ditentukan?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *