Sakral PSHT: 7 Makna, Bagian, Ciri Khas Falsafah Persaudaraan Kekal dan Abadi

Makna Atribut yang Menempel pada Sakral PSHT 
Makna Atribut yang Menempel pada Sakral PSHT 

Sakral PSHT adalah setelan atau seragam yang digunakan untuk latihan. Baik warga atau pun siswa, keduanya memiliki warna dasar yang sama-sama hitam. Sama seperti logo PSHT, hitam pada sakral yang dikenakan bermakna abadi atau kekal. Ini mengarah kepada falsafah persaudaraan kekal dan abadi yang menjadi ciri khas PSHT.

Logo PSHT yang berbentuk persegi diletakkan di dada sebelah kiri dekat dengan hati. Hal ini secara sederhana memiliki makna filosofi bahwa persegi yang bermakna sebagai perisai melindungi sebuah hati dari sifat negatif.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Inilah 4 Tingkatan Sabuk PSHT Siswa Sampai Warga

Sabuk diletakkan di pinggang dengan ikatan berada di sebelah kiri. Penempatan ikatan tersebut bermakna agar anggota PSHT membuang jauh-jauh sifat yang arahnya kiri atau negatif.

Sakral PSHT yang dikenakan oleh siswa berbeda dengan yang dikenakan oleh warga. Perbedaan paling mencolok adalah pada lubang yang ada di sekitar kerah. Siswa menggunakan kancing sebagai pengikat lubang di sekitar kerah, sedangkan sakral PSHT milik warga menggunakan tali kur warna putih untuk mengikatnya.

Lima lubang ini, baik pada sakral warga atau pun siswa, memiliki makna filosofis yang sama. Lubang-lubang tersebut melambangkan panca dasar yakni persaudaraan, olahraga, bela diri, seni, dan kerohanian. Pada dasarnya, latihan dan materi dalam PSHT berisi kelima panca dasar ini.

Bagian-Bagian Sakral PSHT

  • Warna hitam
  • Kerah atau gulon
  • Lima lubag untuk kancing atau tempat mengikat tali kur warna putih
  • Tali kur warna putih
  • Ujung lengan baju yang longgar
  • Jumlah lipatan di belakang baju
  • Celana latihan berwarna hitam dan longgar

Baca Juga: Inilah 4 Larangan Siswa PSHT atau Pepacuh, Simak Selengkapnya!

Makna Sakral PSHT

Atribut-atribut yang menempel pada sakral PSHT sejatinya memiliki makna yang serupa dengan apa yang ada pada logonya. berikut adalah penjelasannya.

1. Warna Dasar Hitam

Seperti yang telah dituliskan di awal bahwa warna hitam pada sakral PSHT mengacu pada warna dasar logo PSHT itu sendiri yang berarti kekal dan abadi.

Maksud dari kekal abadi, jika diimplementasikan pada pemaknaan sakral PSHT maka dapat dijabarkan bahwa warna hitam berarti tidak mudah kotor. Sama halnya dengan pemaknaan teratai yang hidup dalam segala kondisi air, PSHT melakukan latihan di segala kondisi cuaca dan medan tanah. Pada saat hujan dan lumpur, misalnya. Sekali pun kotor karena medan latihan yang berlumpur atau berdebu maka tidak akan begitu tampak noda kotorannya. Hal tersebut membuktikan bahwa hitam adalah warna yang tidak mudah terpengaruh oleh warna apa pun.

2. Kerah atau Gulon

Sakral PSHT memiliki kerah di bajunya.

3. Lima Lubang Kancing

Lubang kancing pada Sakral PSHT, jika kita cermati, ada sepuluh lubang. Lima kancing yang dimaksud adalah lima pasang lubang yang digunakan untuk lima kancing atau penempatan simpul ikatan tali kur warna putih. Pada hakikatnya lima lubang kancing ini berarti panca dasar PSHT.

Baca Juga: 30 Falsafah PSHT Lengkap dan Artinya, Apa Saja?

4. Tali Kur Warna Putih

Tali kur warna putih digunakan untuk mengikat sakral bagian atas dan menutup celah antara leher dan dada. Ada pun makna dari tali kur warna putih adalah:

  • Mengikat 5 lubang kancing, berarti juga panca dasar yang wajib disampaikan warga pelatih kepada siswa.
  • Warna putih, berarti melaksanakan panca dasar dengan diiringi niat yang tulus dari hati yang bersih.
  • Simpul balik (tali wangsul), berarti mengikat rasa persaudaraan sesama anggota PSHT.

5. Ujung lengan baju longgar

Ujung lengan baju sakral PSHT longgar agar bisa digunakan untuk pukulan yang baik. PSHT memiliki langkah-langkah tertentu untuk melancarkan pukulan sehingga performa terbaiknya akan muncul jika tidak ada hambatan saat melakukannya.

6. Lipatan di Bagian Belakang Baju

Lipatan ini dijelaskan dalam ART PSHT 2016, pada pasal 13 ayat 2 huruf (a) tentang pakaian. Bahwa lipatan di bagian belakang baju bermakna demikian:

  • Lipatan satu, untuk warga tingkat I
  • Lipatan dua, untuk warga tingkat II
  • Lipatan tiga, untuk warga tingkat III

Baca Juga: 5 Panca Dasar PSHT yang Harus Ditanamkan dalam Hati Setiap Pendekar

7. Celana Latihan Berwarna Hitam dan Longgar

Sama halnya dengan pukulan, celana yang longgar akan memudahkan latihan dan melancarkan tendangan. Sehingga semakin minim hambatan saat melakukan angkatan tendangan, performanya akan semakin bagus.

Itulah makna yang terkandung dalam sakral latihan PSHT yang sejatinya merupakan implementasi dari logo utama organisasi itu sendiri. Semoga memberikan pemahaman yang baik buat kamu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *