4 Bagian Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam Penting untuk Diketahui

Keunikan rumah adat Aceh
Keunikan rumah adat Aceh (source: pinimg.com)

Rumah adat Nanggroe Aceh Darussalam dikenal juga dengan sebutan Rumoh Aceh atau Rumah Krong Bade. Rumah adat ini merupakan rumah tipe panggung yang memiliki banyak keunikan. Sayangnya saat ini rumah adat ini sudah jarang digunakan, karena banyak masyarakat yang kini tinggal di rumah modern. Meskipun demikian, pengetahuan tentang rumah adat ini harus tetap lestari.

Pembagian Ruang Rumah Adat Daerah Aceh

Rumah adat Aceh memiliki beberapa bagian yang memiliki fungsi tersendiri. Dalam buku Arsitektur Rumah Tradisional Aceh, berikut ini beberapa pembagian ruang di rumah adat daerah Aceh.

Bacaan Lainnya
  1. Bagian Bawah Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam

Rumoh Aceh yang berbentuk panggung membuatnya memiliki kolong. Bagian ini biasanya digunakan untuk menyimpan hasil panen atau hasil tangkapan ikan. Ada juga yang menjadikan kolong rumahnya untuk bermain anak-anak.

Bagian bawah rumah ini juga biasanya terdapat jeungki atau lensung kaki yang biasanya digunakan untuk menumbuk beras menjadi tepung. Jeungki menjadi benda yang penting bagi masyarakat Aceh, hal tersebut karena masyarakat Aceh memiliki kegemaran membuat kue tradisional terutama saat menjelang hari besar. Maka dari itu, alat menjadi sangat penting.

Tak hanya itu, jeungki juga berperan untuk menyatukan kaum perempuan khususnya ibu-ibu. Biasanya para ibu akan secara bergantian membantu tetangganya untuk menumbuk tepung. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk gotong royong yang patut di lestarikan.

Bagian bawah rumah juga biasanya digunakan sebagai lumbung padi dan perabotan lain. Misalnya petani, menggunakan kolong rumah untuk menyimpan cangkul. Atau nelayan, yang menggunakan kolong untuk tempat menyimpan jaring ikan.

Semakin berkembang zaman, fungsi kolong rumah adat Nanggroe Aceh Darussalam kini sering digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Bagian ini memang cukup luas, sehingga bisa digunakan untuk garasi.

  1. Bagian Depan Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam

Bagian paling depan rumah adat daerah Aceh dikenal dengan sebutan seuramoe keue (serambi depan). Seperti namanya, ruang ini berada di paling depan rumah. Sebelum sampai ke bagian depan, Anda harus menaiki tangga yang jumlah anak tangganya ganjil. Angka ganjil dipilih karena dekat dengan kehidupan manusia, seperti jumlah hari ganjil, jumlah lapisan bumi dan langit juga ganjil.

Ruang depan rumah adat Nanggroe Aceh Darussalam berfungsi sebagai ruang tamu yang lebar, luas, dan memanjang tanpa adanya perabotan apapun. Hal tersebut dimaksudkan agar tamu dan tuan rumah bebas duduk dilantai dengan nyaman. Di waktu tertentu, ruangan depan ini juga digunakan untuk anak laki-laki beristirahat.

  1. Ruang Utama Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam

Bagian ini terletak di tengah atau tunggai. Posisi lantai tunggai lebih tinggi sekitar dua jengkal dibanding ruang depan dan ruang belakang. Pada bagian ruang tengah ini terdapat dua kamar tidur yang dilengkapi kelambu. Setiap kamar memiliki nama rumoh inong dan anjong.

Rumoh inong atau rumah perempuan merupakan kamar utama atau tempat tuan rumah. Bagian ini diberi nama rumoh inong karena ditempati oleh istri atau permaisuri. Sedangkan kamar lainnya disebut sebagai anjong yang merupakan kamar untuk anak perempuan. Di kamar ini biasanya terdapat ayunan dari kain yang diikat menggunakan tali. Ayunan ini digunakan untuk menidurkan bayi. Masyarakat Aceh memiliki kebiasaan menidurkan bayu dalam ayunan sembari membawakan syair dan selawat.

Kamar dalam rumah adat Nanggroe Aceh Darussalam dibuat saling berhadapan dengan tujuan, agar orang tua bisa memantau anaknya. Kamar utama terletak di sebelah kanan atau barat, sedangkan kamar anak perempuan ada di sisi kiri atau timur. Di tengah-tengah kedua kamar ini dibiarkan kosong untuk berlalu lalang orang. Ruang kosong ini disebut sebagai rambat.

Sementara itu, rumah adat daerah Aceh tidak memiliki kamar untuk anak laki-laki. Hal tersebut dikarenakan anak laki-laki yang sudah balig tidak tidur di rumah melainkan di meunasah atau surau. Kondisi tersebut ternyata memiliki makna filosofi yakni masyarakat Aceh sangat melindungi dan menghargai perempuan serta memberikan kepercayaan kepada anak laki-laki untuk menjadi pribadi yang mandiri.

  1. Ruang Belakang Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam

Ruang belakang atau seuramoe likot merupakan ruang khusus untuk saudara dan sanak kerabat yang berjenis kelamin perempuan. Pada bagian ini tidak ada kamar khusus, sehingga biasanya kaum perempuan yang tidur di sisi barat atau timur yang tidak mengganggu jalan ke dapur.

Dalam bangunan Rumoh Aceh, dapur terletak di bagian paling belakang. Bahkan seringkali, dapur dibuat ruang tambahan dari konstruksi dasar rumah adat ini. Yang sama aja berarti bahwa dapur bukan konstruksi utama rumah, namun bagian tambahan. Biasanya dapur dalam rumah adat Nanggroe Aceh Darussalam berbentuk mengikuti seuramoe likot namun ukurannya lebih kecil.

Itulah empat bagian rumah adat daerah Aceh yang penting untuk diketahui. Setelah membaca ulasan tersebut, kita memahami bahwa setiap bagian dari rumah ini ternyata memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *