7 Keunikan Rumah Adat Aceh yang Wajib Diketahui

Keunikan rumah adat Aceh
Keunikan rumah adat Aceh (source: pinimg.com)

Keunikan rumah adat Aceh bisa dilihat dari struktur bangunan, ornamen, hingga warna rumah ini. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah adat Aceh juga mencerminkan budaya serta kepercayaan masyarakat Aceh.

Keunikan Rumah Adat Aceh Krong Bade

Nama rumah adat daerah ini dikenal dengan nama rumah Krong Bade. Dalam buku Arsitektur Rumah Tradisional Aceh, dijelaskan bahwa rumah ini memiliki bentuk bangunan, ornamen, dan warna yang unik dan berbeda dengan rumah adat daerah lain. Apa saja keunikan rumah adat Aceh? Berikut penjelasannya.

Bacaan Lainnya
  1. Tahan bencana

Rumah adat Aceh ini diketahui memiliki konstruksi bangunan yang kokoh. Hal tersebut dibuktikan saat gempa dan tsunami tahun 2004 lalu, rumah adat ini tetap kokoh, tidak roboh, dan tidak retak.

Bangunan adat ini juga diketahui tahan banjir. Hal tersebut dikarenakan pada bagian samping rumah terdapat pohon kayu besar. Pohon besar itu membuat air bah tidak langsung mengenai konstruksi rumah. Pohon tersebut juga berperan sebagai menahan angin kencang. Dengan demikian sisi rumah juga tetap aman.

  1. Memiliki kolong yang luas

Rumah Aceh ini memang tergolong sebagai rumah panggung, sehingga kolong mencari ciri khasnya. Ukuran kolong menjadi salah satu keunikan rumah Adat Aceh. Kolong rumah ini memiliki tinggi sekitar 2,5 meter. Namun ada juga perkampungan yang memiliki rumah adat dengan kolong setinggi 3 meter.

Baca Juga: Lagu Aceh: 13 Lagu Daerah Dari Aceh Terbaru

Kolong ini bukan hanya berfungsi untuk memisahkan lantai rumah dengan tanah, namun juga berperan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Bagi masyarakat Aceh yang umumnya berprofesi sebagai petani dan nelayan, kolong berfungsi sebagai tempat menyimpan hasil panen dan tangkapan ikan. Kolong juga sering digunakan untuk bermain anak-anak, karena tempatnya yang luas.

  1. Salah satu sisi rumah selalu menghadap kiblat

Tanah Aceh mendapatkan julukan sebagai Serambi Mekah salah satu alasannya karena masyarakat Aceh mayoritas memeluk agama Islam. Representasi kepercayaan masyarakat Aceh juga terlihat dari arah rumah adatnya. Bangunan adat ini ternyata salah satu sisinya menghadap kiblat. Hal ini bertujuan untuk agar saat ada tamu berkunjung tidak perlu lagi bertanya arah kiblat.

  1. Pintu rumah dibuat rendah

Keunikan rumah adat Aceh Krong Bade lainnya yaitu terlihat dari tinggi pintunya. Jika umumnya rumah memiliki pintu yang tinggi agar tidak menggangu saat dilalui orang, hal tersebut berbeda dengan pintu rumah adat Aceh.

Ternyata pembuatan pintu rumah tersebut memiliki makna tersendiri. Pintu rumah Aceh dibuat lebih rendah dari pintu rumah pada umumnya bertujuan agar setiap orang yang masuk menundukan kepala. Hal tersebut juga mengandung makna bahwa tamu yang datang berkunjung memberikan penghormatan kepada pemilik rumah, ditandai dengan caranya memasuki rumah sembari menundukan kepala.

  1. Tangga berjumlah ganjil

Rumah adat Aceh merupakan tipe rumah panggung, sehingga keberadaan tangga menjadi salah satu ciri dari rumah ini. Uniknya, rumah adat ini memiliki jumlah tangga ganjil. Hal tersebut ternyata memiliki alasan tersendiri. Sebab angka ganjil merupakan bilangan khas dan tidak mudah ditebak. Secara filosofis, angka ganjil juga dekat dengan kehidupan masyarakat. Angka ganjil terlihat dari jumlah hari, jumlah lapisan langit, dan lapisan bumi.

  1. Tidak menggunakan paku

Keunikan rumah adat Aceh yakni pada pembuatannya yang tidak menggunakan paku. Antar bagian dikaitkan dengan menggunakan pasak. Konstruksi rumah masih memanfaatkan bahan di alam, seperti tali pengikat yang terbuat dari rotan. Pembuatan rumah dengan bentuk konstruksi seperti ini bukan tanpa alasan, sebab konstruksi model ini membuat rumah lebih kokoh dan tahan gempa.

  1. Memiliki perpaduan banyak warna

Rumah adat ini juga memiliki perpaduan banyak warna. Dibagian perabung dan jerjak batas lantai memiliki warna dan motif yang beragam. Pada bagian segitiga perabung didominasi warna kuning mendominasi bagian segi tiga perabung. Warna kuning memberikan arit bahwa orang Aceh memiliki karakter yang kuat, hangat, dan cerah.

Baca Juga: Wisata Aceh: Rekomendasi 15 Tempat Wisata di Aceh yang Wajib Dikunjungi

Sementara itu, pada bagian garis ukiran memiliki warna merah. Makna warna tersebut bermakna menggambarkan emosi yang selalu berubah-ubah dan naik turun. Maksudnya ialah suasana hati seseorang bisa bergairah, senang, ataupun bersemangat. Hal ini juga bisa dimaknai bahwa masyarakat Aceh memiliki semangat dan bergairah dalam melakukan sesuatu.

Ukiran dalam rumah adat Aceh juga ada yang berwarna putih netral. Warna ini bermakna bersih dan suci. Tak hanya putih, warna oranye juga mengisi bagian lain. Oranye menggambarkan sebuah kehangatan, kesehatan pikiran, dan kegembiraan.

Warna terakhir yang ada dalam motif ukiran rumah adat ini yaitu hijau. Filosofi warna ini yaitu  memberikan kesejukan dan kehangatan. Hijau juga merupakan warna tumbuhan yang memiliki makna kesuburan.

Itulah tujuh keunikan rumah adat Aceh yang menjadikannya berbeda dengan rumah adat lain. Makna dan filosofi rumah ini menjadikan alasan bahwa rumah adat Aceh patut untuk dilestarikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *