Peraturan Lempar Cakram: Perlengkapan, Pelanggaran, Cara Bermain

Peraturan Lempar Cakram
Peraturan Lempar Cakram

Tahukah Anda, berdasarkan sejarah lempar cakram, bahwa olahraga lempar cakram adalah salah satu cabang atletik yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Menariknya olahraga yang satu ini, mulai berkembang di Indonesia, sejak tahun 1945 silam, ketika masa pendudukan Jepang. Ada 3 hal mendasar yang melatarbelakangi olahraga yang satu ini, yaitu, kekuatan fisik, latihan daya tahan tubuh dan latihan kekuatan lempar. Tentunya untuk melakukan olahraga yang satu ini, Anda harus mengenal aneka peraturan lempar cakram itu sendiri.

Perlengkapan Olahraga Lempar Cakram

Dalam olahraga lempar cakram ini, tentunya ada beberapa peralatan atau perlengkapan yang harus dipersiapkan atau dimiliki oleh para atlet. Adapun peraturan lempar cakram untuk aneka perlengkapan ini tentu saja harus memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Asosiasi Atletik Internasional atau yang disingkat jadi AAF.

Bacaan Lainnya
  • Berat cakram untuk atlet putri adalah sekitar 1 kg. Dengan diameter cakram sebesar 180 – 182 mm.
  • Berat cakram untuk atlet putra adalah sekitar 2 kg. Dengan diameter cakram sekitar 219 – 221 mm.
  • Bahan standar untuk membuat cakram ini sendiri adalah kayu. Bisa juga menggunakan bahan lainya, bisa saja digunakan, asalkan tetap menggunakan bingkai dari bahan besi.
  • Bingkai cakram sendiri berbentuk lingkaran penuh, dan tepat di bagian tengahnya terdapat sebuah beban yang dapat dilepas, dan dipindahkan jika memang diperlukan.
  • Adapun diameter cakram ini sendiri ukuranya sekitar 220 mm.

Jumlah Juri Lempar Cakram

Seperti pada peraturan olahraga lainnya, ada sejumlah juri yang digunakan dalam permainan yang satu ini. Adapun peraturan lempar cakram untuk juri ini, harus tegas, berwibawa, adil dan juga tegas.

Umumnya dalam 1 pertandingan ada 5 orang juri yang digunakan, dimana masing-masing juri mempunyai fungsi dan tugas yang berbeda-beda, antara lain :

  1. Juri 1. Tugasnya adalah memanggil peserta dan menjadi pengawas dan berbagai gerakan yang dilakukan oleh para peserta.
  2. Juri 2. Tugas utamanya, mengawasi gerakan kaki dari para peserta, jika salah, dan berada di sisi luar lingkaran.
  3. Juri 3. Tugasnya untuk menempatkan alat pengukur sesudah diberikan bendera penanda, dari tempat jatuhnya cakram yang digunakan.
  4. Juri 4 dan juri 5. Tugasnya antara lain menjadi pengamat dan melihat dimana tempat jatuhnya cakram yang pertama.

Cara Bermain Olahraga Lempar Cakram

Terdapat peraturan lempar cakram resmi yang tentu saja dibuat oleh pihak regulasi IAAF, antara lain:

  1. Cakram sendiri dapat dilempar oleh atlet, dalam kondisi berdiri, dan berada di dalam lingkaran dengan diameter 2,5 meter.
  2. Selama melakukan lemparan, biasanya para atlet tidak boleh menyentuh bagian atas pelek. Namun hanya menyentuh bagian dalam pelek.
  3. Untuk mengukur lemparan. Maka cakram harus sudah mendarat di dalam sektor yang sudah ditandai sebelumnya. Sementara itu, atlet yang melakukan lemparan, sebaiknya tidak boleh meninggalkan lingkaran sebelum cakram mendarat.
  4. Dalam perlombaan lempar cakram ini, sebuah lemparan dinyatakan tidak sah, jika cakram jatuh diluar sektor yang ada, atau menggelinding masuk ke area sektor.
  5. Biasanya atlet akan melakukan lemparan sekitar 4 hingga 6 kali lemparan, dalam setiap kompetisinya.
  6. Apabila hasilnya seri, maka pemenang dalam pertandingan kali ini, adalah atlet yang berhasil unggul, di sesi selanjutnya.

Aturan Penting Yang Harus Diperhatikan

Selain peraturan lempar cakram tentang cara bermain, Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal penting yang juga harus Anda ketahui sebelum memulai olahraga tersebut, yaitu :

  • Untuk melakukan putaran secara sempurna, dan memang hal tersebut dianjurkan, sebaiknya atlet akan melakukan putaran besar antara tubuh bagian atas dan juga bagian bawah.
  • Cakram yang sedang dibawa, harus terdorong hingga melewati lingkaran yang ada.
  • Dalam hal ini, para peserta juga harus mampu mencapai jarak yang cukup, agar cakram mampu melayang dan melintasi lingkaran yang ada.
  • Atlet harus menggunakan jari-jari tangan kanan, untuk memutar secara progresif.
  • Selain itu kaki kanan juga sebaiknya digunakan, dan tepat berada di titik pusat lingkaran dan kaki kiri berada sedikit di arah kiri dari garis lemparan yang ada.

Pelanggaran Dalam Olahraga Lempar Cakram

Ada peraturan lempar cakram ada juga pelanggaran, yang kerap terjadi pada lapangan lempar cakram tersebut. Berikut ini adalah beberapa jenis pelanggaran dalam permainan tersebut, antara lain :

  • Peserta yang di awal melakukan putaran jatuh ke belakang.
  • Posisi tubuh yang terlalu membungkuk ke depan.
  • Kondisi tubuh berputar di tempat yang sama.
  • Dalam hal ini peserta melakukan lompatan yang dinilai terlalu tinggi di udara.
  • Atlet yang menumpukan berat badannya di kaki depan, dan membiarkan dirinya terjatuh.
  • Posisi kaki yang dimiliki oleh pihak atlet dinilai terlalu tegang, hingga membuat letaknya jadi tidak sempurna.
  • Jenis pelanggaran lainnya adalah peserta atau atlet yang melakukan lemparan sebelum waktunya. Atau dengan kata lain, terlalu dini.

Dari ulasan tentang peraturan lempar cakram, dan aneka pelanggaran yang ada. Sedikit banyak, Anda kini mengetahui bagaimana aturan main, dan bagaimana cara bermain olahraga tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *