Sejarah Lempar Cakram: Pengertian Dan Sejarah Lengkap

Sejarah Lempar Cakram
Sejarah Lempar Cakram

Bagaimana Sejarah Lempar Cakram ditemukan?. Lempar cakram merupakan salah satu cabang olahraga yang sering di lombakan. Selain itu, lempar cakram juga menjadi salah satu cabang olahraga yang sering dibahas ketika pelajaran olahraga di sekolah. Nah, bagi anda yang belum begitu familiar dengan Lempar cakram, maka dibawah ini adalah ulasan lengkap mengenai pengertian Lempar cakram dan sejarah lempar cakram

Pengertian Lempar Cakram 

Lempar cakram adalah cabang olahraga atletik. Di dalam setiap perlombaan, sang atlet lempar cakram harus melemparkan cakram sebanyak tiga kali. Hal tersebut dilakukan guna mendapatkan jarak lempar terjauh pada lapangan lempar cakram dan disertai dengan beberapa peraturan lempar cakram yang mengikat.

Bacaan Lainnya

Sedangkan, untuk cakram nya sendiri memiliki pengertian dimana ia adalah sebuah benda yang terbuat dari bahan utama kayu dan berbentuk seperti piring yang dibingkai dengan sabuk besi. Jadi, kesimpulannya adalah lempar cakram merupakan sebuah cabang olahraga dari nomor atletik lempar yang menggunakan sebuah benda yang terbuat dari bahan utama kayu dengan bentuk seperti piring yang dilengkapi dengan sabuk besi. Selain terbuat dari kayu, cakram juga bisa dibuat dengan bahan lain yang memiliki bentuk bulat pipih yang bisa untuk dilemparkan.

Sejarah Lempar Cakram 

Menurut sejarah yang ada, lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga dari nomor atletik lempar. Sejarah Lempar Cakram ini bisa anda baca atau bisa anda pelajari dari sebuah buku yang ditulis oleh Homerus dengan kidul “Odyssey” pada zaman purba.

Dalam buku tersebut dituliskan bahwa lempar cakram memiliki beberapa gerakan dasar. Gerakan dasar tersebut diantaranya adalah jalan, lari, lompat, dan juga lempar. Lebih lanjut dikatakan juga bahwa gerakan-gerakan tersebut telah ada sejak zaman kuno.

Dari tulisan tersebut dapat disimpulkan bahwa pada zaman dahulu atau zaman kuno, manusia sudah bisa melakukan gerakan jalan, lari, lompat dan lempar. Hal tersebut mereka lakukan guna mempertahankan hidup mereka di alam liar. Karena pada masa itu mereka hidup memang tergantung dari kesehatan serta kebugaran jasmani mereka.

Apabila pada zaman itu mereka kurang cepat dalam berjalan, berlari, melompat atau melempar, maka kemungkinan besar mereka akan mati karena kelaparan atau di mangsa hewan buas. Tak menutup kemungkinan juga, bahwa mereka akan mati karena peristiwa bencana alam.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sejak zaman dahulu kala manusia sudah menyadari keluaran serta ketahanan dari berjalan jauh, kecepatan berlari, ketangkasan, serta keakuratan dalam melempar. Hal ini pulalah yang membuat banyak orang berpendapat bahwa cabang olahraga atletik merupakan olahraga tertua di dunia.

Sejarah Lempar Cakram Yunani dan Belanda

Sejarah lempar cakram juga bisa ditilik dari keberadaan bangsa Belanda yang menyebut olahraga atletik sebagai “Atletik is a moerder der sporten” yang memiliki makna atletik merupakan induk dari seluruh cabang olahraga. Jadi, lempar cakram juga bisa dikatakan sebagai salah satu cabang olahraga tertua juga.

Walaupun gerakan-gerakan dasar atletik telah ada dan dikenal sejak adanya manusia di muka bumi atau sejak zaman kuno, namun adanya perlombaan atletik sendiri, khususnya untuk nomor lempar cakram baru ada atau baru terjadi pada zaman purba. Hal tersebut terjadi kurang lebih seribu tahun sebelum masehi.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena pendapat tersebut dikuatkan dengan adanya bukti dari literasi Yunani yang ditulis oleh Homerus mengenai hal yang memiliki kaitan erat dengan atletik. Di dalam buku karangannya ia mengisahkan perjalanan Odysseus yang terdampar di sebuah kepulauan yang disebut dengan Phaeacia yang dipimpin oleh seorang raja bernama Alcinaus.

Di pulau tempatnya terdampar tersebut, Odysseus dibawa ke hadapan sang raja dengan penyambutan yang mewah dan meriah. Nah, dalam acara penyambutan tersebutlah digelar berbagai macam perlombaan yang diikuti oleh para pemuda Phaeacia. Dengan menunjukkan kebolehan mereka pada lari cepat, gulat, tinju, lompat, hingga lempar cakram.

Ketika serangkaian perlombaan tersebut selesai, sang raja meminta Odysseus untuk menunjukkan bagaimana cara lempar cakram yang benar. Akan tetapi, pada awalnya Odysseus menolak permintaan raja tersebut secara halus dan sopan. Namun, kemudian sang raja menjelaskan bahwa permintaan tersebut bertujuan agar para pemuda yang ada di Phaeacia bisa melihat bagaimana cara melempar cakram yang benar dan tepat.

Karena alasan tersebut maka mau tidak mau, Odysseus pun memenuhi permintaan sang raja. Dengan tetap mengenakan pakaian perangnya, Odysseus pun berdiri dan meminta izin kepada sang raja untuk melakukan lempar cakram.

Kemudian, ia pun masuk ke gelanggang pertandingan dan mengambil cakram yang memiliki bobot paling berat. Kemudian ia pun menggunakan pose dan gaya paling manis dan indah untuk melempar cakram tersebut. Cakram tersebut akhirnya meluncur dan jatuh pada bidang terjauh melampaui jarak yang bisa dicapai oleh atlet-atlet dari Phaeacia.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bangsa Yunani purba telah mengenal cabang olahraga atletik. Disini dapat dilihat ada beberapa cabang olahraga atletik yang sudah dikenal pada masa itu, yaitu lari, lompat, dan juga lempar cakram. Yang mana nomor-nomor atletik tersebut masih dikenal dan di lombakan hingga saat ini.

Demikianlah sejarah lempar cakram serta pengertian nya. Semoga dengan adanya ulasan diatas anda jadi lebih tahu tentang sejarah dan juga pengertian dari salah satu cabang olahraga atletik yang satu ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *