Sejarah Lempar Lembing, Teknik Melempar, Memegang, Membawa Lembing

Sejarah Lempar Lembing
Sejarah Lempar Lembing

Sejarah lempar lembing mempunyai asal muasal dari tradisi berburu jaman dahulu, sebelum mengenal lebih jauh, anda bisa simak informasinya di artikel kali ini. Lempar lembing hampir mirip dengan lempar cakram ataupun tolak peluru. lempar lembing adalah salah satu cabang olahraga yang memang sudah tidak asing lagi. Lembing sebagai alat utama yang digunakan dalam olahraga ini.

Lembing mempunyai bentuk mirip seperti tombak dengan sudut tajam di bagian salah satu ujungnya. Peraturan Lempar Lembing paling dasar adalah dengan melakukan lemparan lembing dengan tangan untuk mendapatkan jarak terjauh. Terdapat beberapa teknik melempar lembing dasar saat melakukan olahraga ini, yaitu teknik dalam memegang lembing, teknik membawa lembing, dan melempar lembing. Ragam teknik tersebut mempunyai variasi teknik tertentu yang bisa menghasilkan lemparan terjauh.

Bacaan Lainnya

Mengenal Sejarah Lempar Lembing Sebagai Cabang Olahraga Indonesia

Sejarah Lempar Lembing

Pada awal kemunculannya, lempar lembing bukanlah suatu cabang olahraga, namun cara masyarakat zaman dulu untuk berburu dalam memenuhi kebutuhannya. Di tahun 708 sebelum Masehi, tepatnya di zaman Yunani Kuno, barulah olahraga satu ini ,asuk sebagai cabang pentathlon. Anda bisa pelajari sejarah singkat lempar lembing di sini.

Saat memasuki era lebih modern, olahraga lempar lembing mulai diperlombakan di tahun 1908 untuk pria dan tahun 1932 untuk wanita. Kemudian pada tahun 1984, salah satu atlet lempar lembing yang berasal dari Jerman Timur Uwe John berhasil memecahkan rekor lemparan terjauh yaitu 104,8 meter. Asosiasi olahraga lempar lembing lalu secara resmi mengubah desain kembing yang dipakai untuk nomor pira pada tahun 1986.

Hal tersebut dikarenakan lemparan lembing sudah melewati batasan lapangan dan bahkan bisa membahayakan orang yang berada di sekitar lapangan lempar lembing karena ujung lembing yang tajam dan bisa melukai. Perubahan tersebut mengalami perubahan dengan cara memperpanjang area pegang lembing sebanyak 4 cm sehingga jarak lempar lembing menurun sekitar 10 persen. Adapun perubahan sama lainnya dilakukan pada lembing yang dipakai untuk nomor wanita pada tahun 1999.

Apa Saja Teknik Memegang Lembing?

cara memegang lembing bisa anda lakukan dengan beberapa cara yang sesuai dengan gaya permainan atlet sendiri. Terdapat beberapa teknik yang bisa anda temukan di sini, antara lain:

Cara Amerika

Atlet akan memegang bagian lembing di bagian belakang lilitan lembing dengan memosisikan jari telunjuk melingkar pada bagian lilitan dan ibu jari melakukan penekanan pada bagian permulaan lainnya. Lalu untuk jari lainnya akan melingkar di bagian badan lembing dengan posisi lebih longgar.

Cara Finlandia

Teknik satu ini dipraktikkan dengan memegang lembing pada bagian belakang lilitan dengan menggunakan ibu jari dan tengah. Jari telunjuk berada di bagian batang lembing dan agak serong sedikit namun tetap berada di posisi yang seharusnya. Lalu untuk kari lainnya akan melingkar di bagian lembing dengan posisi sedikit lebih longgar.

Apa Saja Teknik Membawa Lembing?

Untuk cara membawa lembing biasanya digunakan atlet ketika hendak melakukan gerak awalan, beberapa teknik tersebut adalah:

Di Atas Bahu

Lembing bisa dibawa dengan cara di panggul pada bagian atas bahu dengan posisi mata lembing yang mengarah ke atas

Di Bagian Belakang

Lembing dibawa dengan menaruh di bagian belakang badan sepanjang arah lengan dengan mata lembing menghadap ke bagian depan serong ke bagian atas.

Teknik Lainnya

Teknik lainnya hampir sama dengan teknik pertama, lembing akan dibawa di bagian atas bahu namun mempunyai posisi mata lembing mengarah serong ke bawah.

Apa Saja Teknik Melempar Lembing?

Awalan

Gerakan lari sambil membawa lembing pada bagian atas kepala dengan sedikit menekuk lengan, siku mengarah ke depan, dan telapak tangan mengarah ke atas. Posisi lembing harus sejajar dengan garis paralel dengan tanah. Akhir dari gerakan awalan biasanya dibarengi dengan cara jingkat/ hop step, langkah silang depan/ cross step, dan langkah bahu mengarah ke bagian kanan. Lalu pandangan harus selalu mengarah ke depan.

Lemparan Lembing

Saat atlet melemparkan lembing, gerakannya adalah dengan cara menarik bahu kanan dan -melakukan gerakan melempar dengan kuat bagian depan-atas. Dilanjutkan dengan gerakan badan yang melewati bagian kaki depan lalu lembing tersebut akan dilepaskan.

Akhiran

Atlet melangkahkan kaki mengarah ke depan dalam menyeimbangkan gerak supaya tidak jatuh dan tidak melebihi garis batasnya.

Menurut materi lempar lembing, peraturan dalam melakukan lempar lembing meliputi beberapa hal yang boleh dilakukan, namun adanya beberapa pelanggaran bisa menimbulkan diskualifikasi. Dalam hal ini sarana dan prasarana memang sangat dibutuhkan, misalnya tingkat lembing dan lapangan yang sudah ditentukan oleh IAAF/ International Amateur Athletic Federation.

Organisasi ini merupakan induk olahraga atletik yang menentukan beberapa peraturan umum. Semoga informasi terkait sejarah lempar lembing dan informasi lainnya bisa membantu anda mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *