Lapangan Lempar Lembing: Desain, Ukuran, Dan Peraturan

Lapangan Lempar Lembing
Lapangan Lempar Lembing

Bagi Anda yang belum mengenal olahraga lempar lembing dan hal-hal yang berhubungan dengan olahraga tersebut, termasuk lapangan lempar lembing, tongkat dan yang lainnya. Maka ini akan jadi ulasan yang tepat untuk Anda. Karena dalam ulasan kali ini akan dibahas tentang berbagai macam hal yang berhubungan dengan olahraga yang dimaksud.

Termasuk lapangan lempar lembing. Tentu saja, semua hal tersebut akan mengacu pada aturan yang diberikan oleh Association of Athletics Federations / IAAF, atau asosiasi internasional dari olahraga lempar lembing itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Lebih Tahu Tentang Olahraga Dan Lapangan Lempar Lembing

Aturan Dalam Permainan Lempar Lembing

Walaupun materi lempar lembing ini diajarkan pada para siswa sekolah, namun pada dasarnya ini adalah perlombaan tingkat internasional. Yang umumnya dilakukan di ajang olimpiade. Tentunya dengan standar internasional. Biasanya semua perlengkapan yang akan digunakan oleh para peserta akan disediakan oleh pihak panitia penyelenggara, sesuai dengan kelasnya masing-masing.

Tapi pada ajang standar lokal, atau daerah, biasanya atlet dapat membawa sendiri, tongkat lembing yang akan digunakan. Tentu saja harus sesuai standar yang berlaku. Berikut ini adalah beberapa Peraturan Lempar Lembing yang harus diperhatikan oleh seorang atlet ketika akan bermain olahraga lempar lembing, antara lain :

  1. Dalam setiap perlombaan, setiap atlet, dapat melakukan awalan di daerah atau area yang sudah disediakan dengan cara memegang lembing sesuai dengan teknik yang sudah diajarkan.
  2. Lemparan dinyatakan tidak sah, jika posisi lemparan melebihi batas yang telah ditentukan.
  3. Ketika lembing jatuh, dengan posisi mata lembing menancap atau hanya menggores, ke tanah, maka area pendaratan tersebut dianggap sah, dan pemain berhak memperoleh nilai.
  4. Ketika melakukan awalan, pastikan lembing tidak menyentuh tanah. Jika hal tersebut terjadi, maka atlet didiskualifikasi, atau sama dengan atlet yang melakukan lemparan dari luar area yang disediakan.
  5. Pada dasarnya setiap atlet hanya mempunyai 1 kali kesempatan, dalam melempar, dan memperebutkan jarak terjauh lemparan.

Tongkat Lempar Lembing

Seperti yang dibahas di atas, international of Athletics Federations atau yang disingkat jadi IAAF adalah asosiasi internasional yang merancang dan tentang aturan dan hal-hal yang berkaitan dengan olahraga lempar lembing. Mulai dari bentuk berat minimum, ukuran, dan juga pusat gravitasi dari tongkat lembing itu sendiri.

  • Untuk ukuran tongkat lembing laki-laki, dalam kejuaran internasional adalah sekitar 2,6 hingga 2,7 meter panjangnya. Sedangkan berat minimalnya sekitar 800 g.
  • Sedangkan untuk tongkat lembing wanita, dalam kejuaraan internasional adalah sekitar 2,2 hingga 2,3 meter, yang beratnya sekitar 600 g.
  • Tongkat yang digunakan, biasanya sudah dilengkapi dengan pegangan, dan terdapat tali, yang ada di bagian pusat gravitasi lembing itu sendiri.
  • Lokasi pusat gravitasi untuk laki-laki, pada tombang lembing, ada di 0,9 hingga 1,06 meter.
  • Sedangkan untuk wanita ada di 0,8 hingga 0,92 meter.

Desain Lapangan Dan Ukuran Lapangan Lempar Lembing  

Berdasarkan Sejarah Lempar Lembing, lapangan lempar lembing mempunyai desain yang sedikit berbeda, berbentuk seperti selongsong lampu baterai, lengkap dengan sinar cahaya yang dipantulkan.

Adapun desain lapangan, dari olahraga lempar lembing sendiri sengaja dibuat khusus, dengan lintasan memanjang, yang nantinya digunakan untuk para atlet melakukan lari, sebelum akhirnya melemparkan tongkat yang dipegangnya. Adapun lapangan lempar lembing yang satu ini dapat dibagi jadi 3 bagian, yaitu :

Lintasan Awal

Yang disebut dengan lintasan awal adalah lapangan lempar lembing yang berada di bagian paling awal atau paling depan. Bentuknya seperti lorong panjang, yang dapat digunakan oleh para atlet untuk melakukan awalan atau persiapan, sebelum akhirnya melempar lembing itu sendiri.

Adapun panjang dari lapangan lempar lembing, tersebut adalah sekitar 30 meter, dengan panjang maksimal adalah sekitar 36,5 meter. Sedangkan untuk lebar lintasan yang digunakan sendiri, adalah sekitar 4 meter. Garis batas lintasan yang digunakan adalah sekitar 5 cm saja.

Sudut Lemparan

Berikutnya ada yang disebut dengan sudut lemparan. Sudut lemparan sendiri adalah suatu posisi atau seorang atlet, melempar lembing, setelah sebelumnya berlari di kawasan lintasan awal.

Sudut lemparan sendiri biasanya berupa sebuah titik, untuk mengambil ancang-ancang, sebelum akhirnya melempar lembing. Dari titik sudut lemparan sendiri, terdapat bibit busur, yang jaraknya sekitar 8 meter, jika ditarik lurus ke depan. Dari sudut itu juga nantinya tercipta sebuah garis poros tengah hingga ke ujung poros busur, dengan ukuran 30 derajat.

Yang perlu Anda ketahui disini adalah bibir busur sendiri adalah garis akhir yang tentunya tidak boleh dilewati oleh para atlet, ketika akan melakukan lempar lembing. Tapi ada sebuah garis selebar 7 cm, dapat disentuh oleh para atlet, setelah dirinya melakukan lempar lembing, atau setelah terjatuh.

Bahan untuk membuat bibir busur, atau lengkung lemparan ini , biasanya terbuat dari bahan logam atau juga bahan kayu, dengan menggunakan warna putih. Permukaannya rata dengan tanah, serta mempunyai busur dengan bentuk lingkaran dengan diameter 8 cm. Disini juga ada garis terlilit yang mempunyai titik gravitasi pusat lembing dengan ukuran 1,5 meter.

Sektor Lemparan

Untuk sektor lemparan pada lapangan lempar lembing in sendiri bentuknya seperti kerucut. Ini adalah tempat dari mendaratnya tongkat lembing yang sebelum nya dilempar oleh para atlet. Adapun ukuran panjang sektor lemparan ini sendiri, minimalnya sekitar 100 meter.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang olahraga lempar lembing, termasuk lapangan lempar lembing, tongkat dan yang lainnya. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *