Peraturan Lempar Lembing Dan 4 Teknik Lempar Lembing

Peraturan Lempar Lembing
Peraturan Lempar Lembing

Sebelum mempelajari tentang peraturan lempar lembing, simak pengertian lempar lembing terlebih dahulu. lempar lembing adalah salah satu olahraga dalam atletik yang mungkin sudah pernah anda coba sebelumnya sewaktu di bangku sekolah. Olahraga ini dimainkan dengan cara melemparkan lembing pada jarak tertentu. Untuk meraih jarak maksimal, atlet harus bisa menyeimbangkan beberapa hal seperti teknik, kecepatan, dan kekuatan.

Melempar sendiri artinya proses pemindahan suatu benda sejauh mungkin oleh seseorang. Hal ini bisa anda lihat dari kata dasar lempar yang artinya membuang jauh yang mengandung unsur gerak dari sebuah kegiatan melempar. Kali ini artikel akan membahas seputar aturan lempar lembing yang bisa anda gunakan sebagai referensi.

Bacaan Lainnya

Dari Jerver menyatakan jika lempar lembing merupakan suatu gerakan sentuhan tangan yang menggunakan benda dengan bentuk panjang dan berusaha untuk melemparnya sejauh mungkin. Untuk mencapai ukuran tersebut membutuhkan kekuatan dan kecepatan gerak dan sudut di saat atlet lembing meninggalkan tangan.

Dari pengertian di atas, tidak lengkap jika Sejarah Lempar Lembing sebagai salah satu cabang atletik tidak anda pelajari. Munasifah (2008) juga menyatakan jika lempar lembing awalnya dari kegiatan manusia di jaman dahulu kala saat berburu binatang yang sering memakai lembing dalam melakukan perburuan mangsanya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup dengan memakan hasil berburu tersebut.  Namun sekarang ini, lempar lembing sudah menjadi cabang olahraga yang dilombakan.

Mengenal Teknik Lempar Lembing

Ada beberapa teknik yang bisa dipraktekan ketika berada di lapangan lempar lembing, anda bisa baca informasi lengkap di bawah ini.

Langkah Memegang Lembing

Cara memegang lembing yang baik adalah salah satu faktor penentu yang mempengaruhi hasil lemparan. Jika anda lihat dari segi struktur lembing, maka anda bisa lihat lilitan tali pada lembing yang atlet gunakan sebagai tempat pegangan. Hal tersebut dikarenakan ada titik berat lembing yang memang posisinya paling efektif untuk memegang lembing tersebut.

Cara memegang lembing juga terdapat beberapa macam, seperti pegangan menggunakan cara Amerika/ American Style, Jepit Tank/ Tank Style, dan cara Firlandia/ Firlandia style. Terdapat perbedaan dari cara memegang lembing berdasarkan tekniknya.

Teknik Pegang Amerika/ American Style

Pegangan American Style merupakan ibu jari dan jari telunjuk yang saling bertemu pada bagian belakang lilitan lembing. Cara tersebut bisa dibilang lebih gampang sehingga lebih cocok untuk atlet pemula. Hal ini dikarenakan teknik satu ini banyak digunakan oleh atlet pemula dan kalangan masyarakat umum juga menggunakan teknik ini. Teknik ini mempunyai daya dorong dari ibu jari dan telunjuk lebih tinggi.

Pegangan American Style ini memang lebih gampang dilakukan oleh atlet pemula dibandingkan teknik Firlandia yang sebagian hanya digunakan oleh atlet elit saja. Namun biasanya dua cara teknik memegang lembing tersebut masih dipakai hingga sekarang karena mempunyai daya dorong kuat, yang membedakan hanya teknik pegangannya. Selain memahami teknik, atlet juga harus memahami peraturan lempar lembing.

Teknik Pegangan Finlandia

Teknik memegang lembing satu ini menggunakan ibu jari dan jari tangan yang bertemu di bagian lilitan lembing, lalu jari telunjuk lurus di bagian batang lembing tersebut. Teknik Pegangan Finlandia satu ini memang dikenal sebagai pegangan jari tengah dan ibu jari. Disebut demikian dikarenakan ibu jari dan ruas jari tengah berada pada bagian belakang lilitan lembing. Lalu jari telunjuk mengarah lurus dan menempel searah dengan lembing, sedangkan untuk jari kelingking dan manis melingkar pada lilitan dengan sempurna.

Teknik Tank Style

Teknik Tank Style merupakan teknik memegang lembing dimana jari tengah dan telunjuk menjepit lembing di bagian belakang pegangan. Menurut Jonath dkk (1998), teknik satu ini mempunyai kekurangan dan kelebihan, seperti mencegah terjadinya luka di bagian siku karena pelencengan, namun lilitan tipis tersebut dapat menyebabkan masalah saat melempar lembing.

Dari ragam teknik di atas sebenarnya tidak teknik mana yang lebih cocok. Menurut Guthrie (1993) menyatakan jika teknik memegang lembing tersebut tidak ada satupun mana yang lebih baik karena seorang atlet haru memilih salah satu teknik memegang lembing yang cocok dan nyaman untuknya.

Peraturan Lempar Lembing yang Diperbolehkan

  1. Lembing dipegang di bagian pegangan
  2. Lemparan sah jika mata lembing menancap ataupun menggores tanah di wilayah lemparan
  3. Lemparan dinyatakan tidak sah jika saat melempar lembing atau garis 1.5 meter menyentuh bagian tanah di depan bagian lengkung lemparan
  4. Setelah melempar, tidak boleh melakukan putaran badan yang membuat bagian punggung atlet menghadap di bagian lengkung lemparan
  5. Lemparan lembing harus dibuat melewati atas bahu
  6. Atlet boleh melakukan lemparan lembing sebanyak 3 kali dan penilaian diambil dari lembing yang terlempar paling jauh.

Semoga informasi terkait peraturan dan materi lempar lembing bisa membantu anda mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait cabang olahraga tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *