Permainan Tenis Meja: Peraturan, Sejarah, Teknis Dasar Tenis Meja

Permainan tenis meja
Ilustrasi permainan tenis meja

Olahraga menjadi salah satu kebutuhan tubuh yang sering dilupakan. Padahal aktivitas ini sangat dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh dan kebugaran tubuh. Banyak pilihan aktivitas olahraga yang tidak hanya menyehatkan namun juga menyenangkan. Salah satu olahraga pilihan yang bisa dilakukan adalah permainan tenis meja.

Permainan tenis meja atau sering disebut juga dengan olahraga Pingpong merupakan salah satu jenis olahraga yang sudah banyak dimainkan oleh banyak orang. Tenis meja adalah olahraga raket yang bisa dimainkan secara tunggal (dua pemain) atau ganda (empat pemain) pada satu Ukuran Lapangan Tenis Meja yang sama. Secara umum tenis meja akan mengingatkan kita pada permainan populer lainnya yaitu bulu tangkis. Namun keduanya ternyata berbeda. Salah satu hal yang membedakannya adalah dari segi peraturan.

Bacaan Lainnya

Peraturan Permainan Tenis Meja

Untuk anda yang ingin bermain tenis meja, tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa Peraturan Tenis Meja berikut ini.

  1. Poin untuk permainan tenis meja  mencapai 11 poin. Secara umum nilai yang paling baik yakni berdasarkan tiga dari lima pertandingan yang terbaik.
  2. Apabila terjadi deuce atau poin seri dengan masing-masing tim atau pemain mendapatkan poin 10-10, dalam kondisi demikian maka masing-masing pemain atau tim harus melakukan service dengan bergantian.
  3. Jika pemain melempar atau memukul bola kemudian melesat atau tidak masuk dalam lapangan permainan tenis meja, maka tim lawan akan mendapatkan poin.
  4. Apabila bola yang dilempar memantul sebanyak dua kali atau lebih pada area lawan dan arah pantulannya berada di sisi samping bahkan mengenai garis tepi, maka bola dianggap masuk dan poin menjadi milik pemain yang melempar.
  5. Pada saat service, bola harus memantul pada bagian kanan lapangan lawan. Jika pertandingan ganda maka maka tim harus bertukar tempat sesuai melakukan dua kali service.
  6. Pada saat terjadi rally point atau permainan yang berlangsung lama, maka bola yang terkenal net akan dianggap sah.
  7. Untuk permainan ganda, pemain dalam satu tim harus bermain dengan cara bergantian memukul dalam memukul bola.
  8. Bola tenis meja harus dipukul dengan cara memantulkan pada lapangan. Apabila bola dipukul sebelum memantul, maka poin tersebut akan menjadi poin untuk pihak lawan.
  9. Pada saat rally point berlangsung atau pada saat service, bola memantul di atas net dan masuk ke lapangan lawan, serta pemain lawan tidak memberikan respon, maka poin akan menjadi milik pemain atau tim yang melakukan service.
  10. Bagian tubuh pemain yang boleh mengenai bola hanya area pada bagian bawah pergelangan tangan serta jari. Apabila bola tenis meja tersebut mengenai tangan atau paddle maka poin dianggap sah.
  11. Pemain tidak boleh atau tidak bisa mengenai lapangan tenis meja kecuali pada bagian bawah pergelangan yang digunakan untuk memegang dan menggerakkan bet.
  12. Bola yang memantul pada bagian samping dan jatuh pada tepi atas permukaan lapangan, poin tetap sah.
  13. Apabila pertandingan berlangsung tanpa kehadiran wasit, dan pemain tidak setuju dengan hasil pertandingan tersebut, maka bisa diberlakukan honor system sampai semua pemain menyetujui hasil pertandingan yang sudah berlangsung.

Sejarah Permainan Tenis Meja Dunia Internasional

Permain tenis menjadi salah satu jenis olahraga ini sudah ada sejak lama, tepatnya pada tahun 1880-an atau sekitar abad ke 19 dan mulai populer di Inggris. Sehingga banyak orang yang menyebut olahraga ini berasal dari Inggris.

Permain tenis meja ini mengadopsi dari permainan tenis kuno yang muncul pada abad pertengahan yang bernama gossima dan whiff whaff.  Angkatan bersenjata Inggris yang ada di India lah yang awal mulanya banyak memainkan permaianan ini.

International Table Tennis Federation

Pada abad 19, permainan ini semakin banyak yang menggemari dan mengenal terutama mereka yang tinggal di Inggris, Eropa, dan  Amerika Serikat. Semakin hari permainan semakin berkembang dan akhirnya munculah organisasi tenis meja pada tahun 1902 namun bubar pada tahun 1905.

Akan tetapi nafas dari permainan tenis meja tidak berhenti sampai disitu, para pemain pingpong yang mewakili Jerman, Hongaria, dan Inggris kemudian berkumpul dan membentuk organisasi tenis meja internasional.

Organisasi internasional tersebut kemudian resmi berdiri pada 1926 dengan nama Federation Internationale de Tennis de Table atau yang kemudian saat ini bernama International Table Tennis Federation. Yang memprakarsai organisasi tenis meja internasional ini adalah Dr. George Lehmann.

Anggota dari organisasi ini yaitu beberapa negara seperti Inggris, Swedia, India, Denmark, Hongaria, Jerman, Austria, Wales, dan Cekoslowakia. Anggota dari organisasi tersebut semakin berkembang, bahkan pada tahun 1990an ini sudah ada sebanyak 165 negara yang bergabung dalam federasi ini.

Sejarah Tenis Meja di Indonesia

Permainan tenis meja sendiri mulai masuk ke Indonesia sekitar 1930an. Awal sejarah tenis meja di Indonesia adalah ketika orang-orang Belanda yang memainkan permainan ini saat ada pertemuan antar orang Belanda yang ada di Indonesia. Kemudian semakin hari permainan tenis meja ini semakin populer, hingga akhirnya terbentuklah organisasi tenis meja di Indonesia pada tahun 1939 dengan nama Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia (PPPSI).

Setelah organisasi ini berdiri kemudian ada kongres pertama di Surakarta pada tahun 1985 yang kemudian salah satu hasil dari kongres tersebut yaitu keputusan untuk mengganti nama persatuan tersebut menjadi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Tahun 1960 PMTSI resmi bergabung menjadi anggota TTFA.

PTMSI menjadi awal mula bekembangnya permainan tenis meja di Indonesia. Sejak berdirinya organisasi tersebut, kejuaran tenis meja mulai berkembang di berbagai lapisan masyarakat. Klub-klub tenis meja mulai bermunculan baik di sekolah, kampus, atau di masyarakat umum.

Apa Saja Teknik Dasar Permainan Tenis Meja?

Permainan tenis meja atau yang lebih sering disebut pingpong, memang permainan yang cukup akrab di tengah masyarakat. Bahkan banyak orang yang menjadikan permainan ini bukan olahraga namun hiburan semata di tempat nongkrong.

Meskipun olahraga ini mudah, akan tetapi untuk bermain anda harus memahami beberapa teknik dasar tenis meja ini. Berikut ini beberapa teknik dasar dari permainan tenis meja atau ping pong.

Teknik Memegang Grip atau Bet

Jika dalam bulu tangkis memerlukan alat untuk memukul bola menggunakan raket, maka dalam ping pong juga memerlukan Peralatan Tenis Meja yang fungsinya untuk memukul bola yaitu grip atau bet. Untuk memegang bet ini tidak boleh sembarang, ada teknik dasar atau cara memegang grip yang bisa anda pilih.

  1. Shakehand Grip

Cara memegang grip yang pertama yaitu shakehand grip atau memegang grip seperti sedang berjabat tangan. Teknik memegang grip dengan cara ini posisi ibu jari akan berlawan dengan jari telunjung. Sedangkan untuk jari kelingking, jari manis, dan jeri tengah melingkar pada grip atau bat tersebut. Untuk posisi ibu jari tegak lurus dengan sisi pegangan dan telunjuk berada pada bagian bawah grip.

Gaya memegang grip ini biasanya di gunakan oleh para atlet tenis meja yang berasal dari negara barat. Melalui cara memegang grip ini, pemain pingpong akan lebih leluasa melakukan forehand stoke ataupun backhand stroke.

  1. Penholder Grip

Teknik dasar memegang tenis meja selanjutnya yaitu teknik penholder grip. Untuk cara memegang ini hanya ada satu sisi grip saja. Posisi ibu jari dan jari telunjuk seperti memegang pulpen dan posisi lainnya terselip pada bagian grip. Atlet tenis meja yang menggunakan gaya ini yaitu atlet-atlet dari Asia.

Teknik Footwork

Teknik dasar berikutnya yang harus pemain tenis meja pahami adalah cara melangkah atau footwork yang bisasanya dapat menyesuaikan dengan tipe permaiannnya. Penggunaan gerak kaki ini bisa menyesuaikan dengan jarak bola yang datang dengan posisi pemain pada saat itu.

Apabila bola yang datang jaraknya dekat, maka tidak perlu melangkahkan kaki atau hanya melangkah satu langkah saja. Namun jika jarak bolanya jauh, pemain bisa mengambil langkah dua atau tiga langkah untuk menghampiri bola yang datang.

Teknik Dasar Pukulan

Dalam bermain tenis meja, pemain harus memahami beberapa teknik dasar pukulan, Agar tetap masuk kedalam Ukuran Meja Pingpong. Jenis pukulan tersebut yaitu;

  1. Basic Stroke

Teknik ini merupakan teknik pukulan dasar dalam permainan pingpong dan pemain harus menguasai teknik ini. Jika sudah bisa menguasai basic stroke ini maka pemain akan dengan mudah mengusai bola dan bisa mencetak skor sebanyak-banyaknya.

  1. Forehand

Pemain tenis meja juga harus mengetahui jenis pukulan forehand. Teknik pukulan ini bisa untuk menyerang lawan. Untuk menggunakan teknik ini bola harus datang sesuai dengan sisi yang memegang grip. Selanjutnya arah pukul bola menuju ke arah lainnya. Apabila anda memegang grip menggunakan tangan kanan, maka arah pukulannya dari kanan ke kiri, dan sebaliknya.

  1. Backhand

Selain Forehand, ada juga jenis pukulan lainnya yaitu backhand. Jika teknik sebelumnya dapat untuk menyerang, namun teknik pukulan ini tidak bisa untuk pukulan keras. Hal tersebut karena tangan dalam posisi yang tidak memiliki power maksimal untuk melakukan ayunan. Pemain bisa menggunakan pukulan jenis ini jika bola datang pada sisi tangan yang tidak memegang grip, atau berkebalikan dengan forehand.

  1. Drive

Sebuah teknik pukulan pada tenis meja yang akan menghasilkan bole cepat, keras, dan mendatar.

  1. Push

Jenis pukulan ini memiliki sifat yang pasif. Pemain biasanya menggunakan push untuk membalas backspin dari lawan. Tujuan dari penggunaan pukulan ini agar bola tidak terbang terlalu tinggi.

  1. Chop

Chop menjadi jenis teknik pukulan yang harus ada pada permain tenis meja yang merupakan teknik  untuk permainan bertahan.

  1. Block

Pemain bisa menggunakan teknik dasar pukulan ini saat bola memantul dari lapangan untuk menahan serangan lawan. Serta untuk menyerang lawan dengan cepat.

  1. Service

Service merupakan teknik pukulan untuk  memulai permainan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *