Bagaimana Teknik Memanah Bagi Pemula ?

teknik memanah
teknik memanah

Teknik Memanah merupakan bagian kegiatan olahraga yang dianjurkan, karena salah satu dari tiga olahraga yang disunahkan oleh Rasulullah shallahu’alaihi wasallam selain berkuda dan berenang. Kegiatan ini sendiri juga bisa anda lakukan sendiri di ruang yang terbuka dan kosong, akan tetapi memanah juga memerlukan teknik yang tidaklah mudah. Maka di artikel kali ini kami akan menjelaskannya.

Pengertian Teknik Memanah

Panahan merupakan kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah, memanah memerlukan penguasaan teknik yang benar dan menjadi salah satu kunci untuk menunjang akurasi yang maksimal. Oleh sebab itu jika anda ingin melakukan panahan hendaknya belajar terlebih dahulu tentang sikap memanah. Teknik memanah yang tepat seharusnya menggunakan terapan-terapan berdasarkan aturan, yang berhubungan dengan gerakan-gerakan saat melakukan kegiatan olahraga memanah.

Bacaan Lainnya

Jenis-Jenis Busur Panah

Adapun jenis busur panah ada banyak, tapi yang saya sebutkan hanya 5 berikut ini :

  1. Busur panjang (longbow) jenis busur ini yang paling tua di dunia.
  2. Busur lurus (flat bow) dasar pengembangan dari recurve bow.
  3. Busur pendek (short bow) biasa digunakan untuk berburu oleh suku di afrika.
  4. Busur lengkung (recurve bow) standar untuk kompetisi internasional.
  5. Busur compound (compound bow) biasanya dipakai untuk olimpiade.

Macam-macam Teknik Memanah

Berikut teknik dasar memanah yang bisa anda coba :

  1. Sikap berdiri (stance)

Teknik yang pertama adalah sikap berdiri atau stance, yaitu posisi penting bagi anda dalam olahraga ini karena posisi ketika melakukan panahan juga berpotensi mencederai anda sendiri. Posisi dari stance memang harus proporsional dan dilakukan secara konsisten agar terbiasa, dengan menggunakan teknik square stance yakni posisi garis lurus tepat dengan target yang akan dipanah

  1. Memasang anak panah (nocking the arrow)

Langkah selanjutnya adalah memasang anak panah dengan benar, nock string harus tepat tidak kencang tidak longgar juga. Karena akan berdampak ketika menarik anak panah, dikhawatirkan anak panah tersebut mengenai diri sendiri. Disebabkan tali yang longgar, bisa dipastikan bukannya anak panah tersebut meluncur maju melainkan sebaliknya.

  1. Mengangkat busur (extend)

Cara memegang busur panah dan anak panah itu sendiri, ketika posisi sudah stance maka yang perlu diperhatikan teknik memegangnya. Untuk memegang tali menggunakan tiga jari yaitu jari telunjuk jari tengah dan jari manis. Penempatan tali pada ruas-ruas jari yang pertama berfungsi membentuk tekanan tali busur pada tengah dan membentuk huruf V yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk.

  1. Menarik string (drawing)

Kemudian cara menarik string atau tali pada busur, dengan menarik tali sampai menyentuh hidung anda sambil mempertahankan posisi tangan yang memegang bow (busur) tetap lurus. Kepala diharapkan tetap diam tidak bergerak, karena sebagai patokan kekuatan tarikan anda sudah benar atau tidak.

  1. Menjangkarkan lengan penarik (anchoring)

Berikutnya adalah menahan tarikan saat full draw, disini titik paling berat karena anda harus menahan tarikan untuk beberapa detik. Proses ini juga memerlukan latihan agar mendapatkan akurasi yang cukup agar tidak goyang, juga bertujuan menentukan titik referensi tersendiri.

  1. Menahan sikap panahan (tighten)

Gerakan ini dilakukan setelah sesaat melakukan anchor dan sebelum anak panah dilepas, di momentum ini otot-otot akan dilatih agar berkontraksi menjadikan sikap panahan tidak berubah. Bersamaan dengan hal tersebut, pemanahan melakukan pembidikan sambil mempertahankan sikap panahan.

  1. Membidik (aiming)

Saat membidik posisi badan pemanah tidak berubah, kemudian pemanah hanya fokus terhadap sasaran namun dengan teknik dan kondisi yang rileks sehingga ketepatan yang dihasilkan bisa maksimal.

  1. Melepas string (release)

Otot punggung terus menarik string tanpa berhenti, di sisi lain pelepasan dalam kecepatan yang sangat lambat. Melemaskan otot jari yang memegang string. Jangan sampai drawing terhenti atau menarik string, hal tersebut akan berpengaruh pada akurasi yang disebut dead release.

  1. Gerak lanjutan (follow-through)

Gerak lanjutan sendiri merupakan indikasi dari proses, jadi yang dimaksud disini ketika setelah melepaskan tali dan menunggu anak panah menancap ke bantalan sasaran. Setelah melepas tangan kanan tetap rileks saja, jadi masih di belakang leher dan tangan kiri tidak buru-buru meletakkan busur panah ke bawah.

Itulah penjelasan mengenai teknik memanah beserta penjelasannya, jika anda tertarik dengan olahraga ini anda dapat mencobanya berlatih sejak dini. Olahraga ini juga dianjurkan bagi umat muslim, karena hal sunnah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Olahraga yang ada ini bisa dijadikan alternatif bagi anda yang bingung melakukan jenis olahraga Penjaskes yang tepat bagi anda. Kegiatan ini juga sudah banyak dan ada beberapa komunitas yang membentuknya. Sekian artikel dari saya lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, semoga bermanfaat bagi pembaca.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *