3 Gaya Lompat Jauh Paling Mudah Untuk Pemula

Gaya Lompat Jauh dan Teknik serta Sejarahnya Secara Singkat
Gaya Lompat Jauh dan Teknik serta Sejarahnya Secara Singkat

Gaya Lompat Jauh dari atlet tidak harus sama namun tetap harus sesuai ketentuan. Anda bisa mengasah kemampuan lompat jauh dengan latihan yang tekun dan bersungguh-sungguh. Seperti olahraga pada umumnya harus ada berbagai persiapan sebelum melakukan lompat jauh.

Gaya Lompat Jauh, Teknik, dan Sejarahnya Secara Singkat

Awal Mula Lompat Jauh

Sejarah Lompat Jauh pada zaman awal kemunculan berbeda dari saat ini. Pada zaman Yunani Kuno lompat jauh bertujuan untuk melatih prajurit perang. Prajurit akan berlatih lompat jauh dengan rintangan mulai dari sungai, parit, hingga jurang.

Bacaan Lainnya

Akan ada beban di kedua tangan dengan berat sekitar 1 hingga 4,5 kilogram. Pelari boleh melakukan awalan dengan berlari jarak pendek. Lompat jauh menjadi salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Modern di Athena, Yunani pada tahun 1896.

Semakin berkembangnya waktu dan jaman teknik dan gaya lompat jauh juga ikut mengalami perkembangan. Terbentuklah olahraga lompat jauh seperti sekarang ini.

Teknik Lompat Jauh

Sebelum mengetahui gaya lompat jauh, Anda bisa terlebih dahulu memahami tentang teknik dalam lompat jauh.

Teknik Awalan

Awalan merupakan gerakan dalam lompat jauh dengan cara berlari dengan kecepatan maksimal sebelum atlet melakukan tolakan. Awalan juga merupakan cara dalam mendapatkan kecepatan horizontal yang maksimal dan mengubahnya menjadi kecepatan vertikal saat melakukan tolakan.

Jarak awalan tergantung pada kematangan dan kemampuan atlet dalam mengatur kecepatannya. Atlet harus melakukan awalan dengan berlari secepat mungkin pada lintasan sepanjang 40 hingga 45 meter.

Atlet harus memperhatikan hal berikut saat melakukan awalan.

  1. Untuk pelompat jarak pendek memiliki jarak awalan 30 hingga 35 meter sehingga kecepatan maksimal lebih cepat tercapai. Sedangkan untuk pelompat jarak jauh harus berlari cukup jauh sekitar 40 hingga 45 meter.
  2. Posisi kaki saat berdiri pada titik awalan bisa sejajar satu sama lain atau salah satu kaki berada di depan. Dalam memulai awalan dengan berlari perlahan kemudian semakin cepat. Kecepatan harus stabil hingga sebelum melakukan tolakan.
  3. Jika atlet mencapai kecepatan maksimal maka harus melepas gerakan kaki secara langsung tanpa mengurangi kecepatan. Pada langkah akhir atlet harus berkonsentrasi dalam melakukan tolakan pada papan tumpuan dengan gaya lompat jauh

Teknik Tumpuan atau Tolakan

Atlet akan melakukan tolakan pada papan tumpuan dengan kaki yang paling kuat dan mengubah kecepatan horizontal menjadi vertikal. Badan harus seimbang dan tidak terlalu condong ke depan agar tidak goyang. Ayunan lengan atlet dapat membantu dalam menambah ketinggian dan menjaga keseimbangan.

Atlet harus memperhatikan hal berikut saat melakukan tolakan atau tumpuan.

  1. Melakukan tolakan dengan kaki yang kuat. Bagian telapak kaki yang cocok biasanya berawal dari tumit dan berakhir pada ujung kaki.
  2. Akan lebih baik jika mencondongkan badan ke belakang.
  3. Melakukan tumpuan tepat di papan tumpuan.
  4. Mengayunkan kedua lengan ke arah depan atas.
  5. Mengayunkan kaki dan mengangkatnya ke depan hingga setinggi pinggul dengan menekuk lutut.

Teknik Melayang

Gerakan yang terlihat ketika atlet meninggalkan papan tumpuan. Atlet dapat mengayunkan kedua tangan untuk menjaga badan tetap seimbang. Pelompat dapat melakukan teknik melayang dengan sikap jongkok atau dengan sikap menggantung.

Sikap Jongkok

Gaya lompat jauh dengan mengayun kaki, angkat lutut setinggi mungkin dan juga kaki setelah tumpuan. Sebelum mendarat julurkan kaki ke depan.

Sikap Menggantung

Ayun kaki dalam keadaan tetap lurus ketika menumpu. Tubuh tetap tegak dengan kaki dan lutut ditekuk serta mendorong pinggul ke depan. Pelompat merentangkan kedua lengan ke atas.

Teknik Mendarat

Atlet harus mampu mendarat dengan baik yaitu badan dan lengan tidak jatuh ke belakang. Mendarat dengan kedua kaki dalam keadaan rapat dan bersamaan. Sertai dengan dorongan pinggul ke depan agar tubuh tidak jatuh ke belakang.

Gaya Lompat Jauh

Terdapat tiga gaya lompat jauh yang bisa Anda ketahui.

Gaya Jongkok atau Gaya Orthodok

Gaya lompat jauh ini atlet akan menekuk kedua kaki saat melayang di udara seperti sedang jongkok. Posisi badan condong ke depan, tangan ke belakang dan merancang pendaratan yang tepat. Tumpuan pada gaya ini harus tepat dan kuat.

Gaya Menggantung atau Gaya Schnepper

Gaya lompat jauh dengan awalan berlari dengan kecepatan penuh dan melakukan tumpuan sekuat mungkin pada papan tumpuan. Mampu melayang selama mungkin dengan badan seimbang dan lengan berada di atas kepala. Mendarat dengan kaki dan tangan berada di depan agar tidak terjatuh ke belakang.

Gaya Berjalan di Udara atau Walking in the Air

Awali dengan berlari cepat dan lakukan tolakan dengan kaki terkuat agar mampu menghasilkan kecepatan vertikal. Ayunkan kaki dan lengan pada saat melayang seperti sedang berjalan di udara. Untuk mendarat luruskan kaki dan tangan ke depan, condongkan badan ke depan, dan tekuk lutut segera setelah tumit menyentuh pasir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *