Sejarah Paralimpiade Dunia dan Indonesia

sejarah paralimpiade
Atlet panahan kursi roda asal Indonesia (sumber: npcindonesia.id)

Sejarah paralimpiade ternyata sudah muncul sejak beberapa tahun yang lalu. Paralimpiade atau paralimpik sendiri merupakan pertandingan olahraga dengan atlet yang bertanding yaitu mereka yang memiliki keterbatasan baik fisik, mental, atau sensoral. Dengan kata lain, pertandingan ini merupakan perlombaan di bidang olahraga khusus untuk penyandang disabilitas. Penyelenggaraan event ini setiap empat tahun sekali. Komite Paralimpiade Internasional atau IPC merupakan organisasi yang mengatur jalannya event dunia ini.

Kata Paralimpiade berasal dari bahasa Yunani dari kata Para yang artinya di samping atau berdampingan. Sehingga bisa dimaknai sebagai kompetisi yang penyelenggaraannya dekat atau paralel dengan Olimpiade. Kompetisi ini sudah diselenggarakan sebanyak 16 kali dengan Roma sebagai tuan rumah pertama.

Bacaan Lainnya

Cabang Olahraga Paralimpiade Tokyo 2020 ini seharusnya dilaksanakan tahun lalu, namun karena kondisi dunia sedang tidak menentu, kompetisi ini baru terselenggara di tahun ini. Penundaan ini tentu saja menjadi yang pertama kali terjadi. Sebab di tahun-tahun sebelumnya penyelenggaraan event olahraga ini selalu tepat waktu. Tokyo sendiri sudah dua kali menjadi tuan rumah, pertama pada tahun 1964 kemudian yang kedua tahun 2020.

Tentu saja penyelenggaraan Paralimpiade Tokyo 2020 ini berbeda dengan pertandingan di tahun-tahun sebelumnya. Panitia penyelenggara harus bekerja keras lebih. Sebab saat pandemi seperti saat ini banyak hal yang harus diperhatikan agar semua tetap aman dan nyaman, serta yang sangat penting yakni ajang bergensi ini bisa berjalan dengan sukses.

Sejarah Paralimpiade Dunia

Pagelaran olahraga ini ternyata memiliki cerita sejarah yang panjang sejak puluhan tahun lalu. Sejarah tersebut bermula dari tahun 1948 ketika Sir Ludwig Guttmann menyelenggarakan kompetisi olahraga dengan nama Pertandingan Stroke Mandeviller dengan keterlibatan atlet dari veteran Perang Dunia II yang mengalami catat saraf tulang belakang. Kompetisi tersebut menjadi cikal bakal lahirnya paralimpik yang kita kenal saat ini. Tahun 1952 perlombaan ini kembali digelar. Namun pada tahun tersebut warna event Internasional semakin berasa dengan keikutsertaan atlet asal Belanda.

Pelaksanaan olimpiade untuk disabilitas pertama pada tahun 1960 di Roma. Kemudian nama dari kompetisi tersebut resmi menjadi Internasional Tahunan Stroker Mandeviller ke-9. Pertandingan inilah yang kemudian menjadi pertandingan paralimpiade pertama. Sedangkan paralimpik pertama pada musim dingin terlaksana di Ornskoldvik, Swedia pada tahun 1976.

Tahun 1988 penyelenggaraan paralimpiade musim panas bersamaan dengan olimpiade di kota dari penyelenggara tersebut. Kemudian sistem ini diadopsi untuk penyelanggaraan paralimpiade musim dingin tahun 1992. Pada pada 19 Juni 2001 sistem pertandingan tersebut menjadi kebijakan resmi Komite Olimpiade Internasional dan Komite  Paralimpiade Internasional. Sejak awal keberadaannya, pertandingan ini sudah terselenggara sebanyak 16 kali di berbagai negara di dunia.

Sejarah Paralimpiade Indonesia

Indonesia sendiri ternyata sudah sejak lama mengikuti paralimpiade ini. Menurut Presiden Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (KPNI), negara kita pertama kali mengikuti kegiatan ini setelah perang dalam mempertahankan kemerdekaan. Sejak saat itu, Indonesia selalu berpartisipasi dalam kompetisi olahraga dunia ini.

Sejarah paralimpiade bagi Indonesia tidak bisa lepas dari peran serta bapak paralimpiade Indonesia yaitu Prof. Dr. Suharso. Tahun 1956 Suharso mendapatkan perintah dari Presiden Soekarno untuk mendirikan sebuah rumah sakit otropedi bertujuan untuk merawat pasien korban perang serta mengangani penyakit polio yang pada saat itu sedang mewabah di tanah air.

Tahun 1962, Suharso mendapatkan undangan dari instansi di Belanda untuk mengikuti olahraga ekshibisi masyarakat difabel. Suharso kemudian mengirimkan beberapa perwakilan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pengiriman wakil tersebut ternyata menjadi awal mulai lahirnya YPOC Indonesia. YOPC atau Yayasan Pembina Olahraga Cacat merupakan sebuah yayasan yang labhir pada 31 Oktober 1962. Kemudian pada 1 November 1993, berubah menjadi BPOC atau Badan Pembina Olahraga Cacat.

Tahun 1976, Indonesia mengirimkan perwakilan untuk sebuah kompetisi difabel karena mendapatkan undangan langsung dari tuan rumah. Pada saat itu pelaksanaannya di Toronto, Kanada. Kompetisi ini belum bernama paralimpiade. Di pertandingan ini, Indonesia mendapatkan dua medali emas dari nomor lempar lembing putra kategori F dan nomor lawn bowls putra kategoti E.

Kemudian pada tahun 1980, Indonesia mengikuti paralimdiade di Belanda. Sama halnya pada periode sebelumnya, di tahun ini atlet Indonesia kembali menghadiahkan dua medali emas. Medali kali ini berasal dari nomor lawn bowls putra kategori E dan nomor angkat besi putra 58 kg amputasi.

National Paralympic Commitee Indonesia

Tahun 2010, BPOC kemudan berubah nama menjadi NPCI atau National Paralympic Commitee Indonesia. Kemudian pada 2012, Indonesia kembali mendapatkan medali lagi setelah di periode sebelumnya kesulitan untuk mendapatkan kemenangan karena persaingan yang semakin banyak dan ketat.

Di Paralimpiade London 2012, ini Indonesia mendapatkan satu medali perunggu dari nomor tunggal putra tenis meja kelas 10. Empat tahun setelahnya tepatnya di Paralimpaide Rio 2016, antlet angkat besi putri asal Indonesia mendapatkan perunggu di kategori angkat besi putri 41 kg. Dan pada paralimpiade Tokyo 2020, harapannya atlet paralimpiade Tokyo 2020 asal Indonesia terbaik bangsa bisa menyabet banyak kemenangan untuk Indonesia. Berikutnya, ini adalah Jadwal Pertandingan Paralimpiade Tokyo 2020 yuk jangan sampai kelewatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *