Atlet Paralimpiade Tokyo 2020 Indonesia

Atlet Paralimpiade Tokyo 2020 Indonesia
Atlet Indonesia yang berlaga di Asian Paragames 2018 (sumber:http://npcindonesia.id)

Indonesia sudah berpartisipasi aktif dalam pagelaran olahraga spesial ini sejak beberapa tahun lalu. Tahun ini, negara kita kembali mengirimkan putra putri terbaiknya untuk mewakili tanah air di ajang bergensi olahraga dunia ini. Ada 23 atlet Olimpiade paralimpiade Tokyo 2020 Indonesia yang akan berlaga. Mereka terbagi atas berbagai Cabang Olahraga Paralimpiade Tokyo 2020. Pada cabong atletik ada 7 atlet, bulu tangkis 7 atlet, tenis meja 3 atlet, renang 2 atlet, menembak 2 atlet, balap sepeda 1 atlet, dan powerlifting 1 atlet.

Daftar Nama Atlet Paralimpiade Tokyo 2020 Indonesia

Adapun daftar dari atlet paralimpiade Tokyo 2020 Indonesia, seperti berikut ini:

Bacaan Lainnya
  1. Saptoyogo Purnomo: Atletik
  2. Karisma Evi Tiarani: Atletik
  3. Putri Aulia: Atletik
  4. Elvin Elhudia Sesa: Atletik
  5. Famini: Atletik
  6. Jaenal Aripin: Atletik
  7. Setiyo Budi Hartanto: Atletik
  8. Fredy Setiawan: Bulu tangkis
  9. Hary Susanto: Bulu tangkis
  10. Dheva Anrimusthi: Bulu tangkis
  11. Leani Ratri Oktila: Bulu tangkis
  12. Khalimatus Sa’diyah: Bulu tangkis
  13. Ukun Rukaendi: Bulu tangkis
  14. Suryo Nugroho: bulu tangkis
  15. Dian David Mickael Jacobs: Tenis meja
  16. Komet Akbar: Tenis meja
  17. Adyos Astan: Tenis meja
  18. Syuci Indriani: Renang
  19. Jendi Pangabean: Renang
  20. Bolo Triyanto: Menembak
  21. Hanik Puji Astuti: Menembak
  22. Muhammad Fadli Imammuddin: Balap sepeda
  23. Ni Nengah Widiasih: Powerlifting

Profil Ni Nengah Widiasih Perah Medali Perak Powerlifting Paralimpiade Tokyo 2020

Kabar menggembirakan datang dari Tokyo, tepatnya pada pagelaran Paralimpiade Tokyo 2020. Pasalnya salah satu atlet kebanggan bangsa berhasil merah medali perak dalam cabang olahraga powerlifting kelas 41 kg. Atlet tersebut yaitu Ni Nengah Widiasih. Capaian ini sebenarnya bukan yang pertama baginya, sebab pada paralimpiade Rio 2016 silam, ia juga bisa membawa perunggu untuk Indonesia.

Ni Nengah Widiasih lahir di Bali, 12 Desember 1992. Ia mengenal olahraga powerlifting pada 2006 silam. Ketika itu ia mengetahui kakak laki-lakinya juga ikut dalam kompetisi para powelifting. Awalnya Widiasih hanya coba-coba bermain alat gym. Namun ternyata pelatih justru memintanya untuk ikut serta berlatih.

Ia pertama kali mengikuti kompetisi profesional sebagai atlet pada tahun 2006 di kompetisi Para Games Pelajar Nasional di kelas 40 kg. Pada kompetisi perdananya, ia mendapatkan medali emas. Setelah rutin berlatih, ia kemudian mengikuti ajang bergensi paralimpiade pada 2012 di London, Inggris. Ia pada saat itu ada di posisi kelima angkatan 78 kg di kelas 40 kg.

Selain di Paralimpiade London, ia juga pernah mengikuti Kejuaraan Dunia di Dubai. Perjalanannya menuju kejuaraan dunia tersebut tidaklah mulus. Sebab Ni Nengah sempat kesulitan untuk mendapatkan sponsor. Namun nasib baik masih menyelimutinya. Tiga minggu sebelum pendaftaran di tutup, ia dan pihak NPCI berhasil mendapatkan sponsor. Kesempatan tersebut tidak diia-siakan olehnya. Ni Nengah Widiasih kemudian mendapatkan medali perunggu di kompetisi tersebut.

Sejarah Paralimpiade mengatakan, Selain medali di paralimpiade, sepak terjang dari atlet kebanggaan bangsa ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Beberapa koleksi medali yang miliknya andatara lain dua medali di Paralimpiade (Rio 2016 dan Tokyo 2020), medali emas Powerlifting Worrld Cup Thailand 2021, medali perak Asian Para Games 2014 dan 2018, medali emas ASEAN Para Games 2015, dan medali emas European Championship 2018.

Profil Sapto Yogo Purnomo Perah Medali Perunggu Atletik Paralimpiade Tokyo 2020

Selain Ni Nengah Widiasih, medali paralimpiade juga disumbangkan oleh atlet Atletik bernama Sapto Yogo Purnomo. Ia berhasil meraih medali perunggi pada cabor atletik nomo 100 m T37 putra. Sapto masuk dalam kategori tersebut karena ia memiliki keterbatasan gerak akibat kalinan pada saraf pusat otak sehingga fungsi gerak, motorik, dan keseimbangan tubuhnya terganggu.

Atlet asal Purwokerto ini mencatat waktu 11,31 detik untuk jarak 100 meter. Ia ada di urutan ketiga setelah Andrei Vdovin asal Rusia yang bisa mencatat waktu 11, 18 detik. Selisih angka yang tidak jauh membuktikan bahwa Sapto memang atlet yang potensial dan akan terus berkembang jika dilatih dengan baik.

Atlet kebangaan Indonesia yang lahir pada 17 September 1998 ini sebelumnya juga pernah menorehkan sejumlah prestasi seperti mendapatkan 5 emas di Peparnas Bandung 2016, 2 emas dan 1 perak di ASEAN Paragames Malaysia 2017, 2 perak Asian Youth Paragames 2017, 1 emas World Paraatletik di China 2018, 2 medali emas Asian Paragames 2018, dan 1 perunggu di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Itulah beberapa daftar atlet Indonesia yang berlaga di paralimpiade Tokyo 2020. Dua diantaranya sudah berhasil menyumbangkan medali kemanangan untuk tanah air. Tetap dukung para atlet kebanggaan bangsa agar bisa selalu tampil optimal di kompetisi dunia dan membawa kemenangan untuk Indonesia. Yuk lihat Jadwal Pertandingan Paralimpiade Tokyo 2020 agar tetap update.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *