22 Cabang Olahraga Paralimpiade Tokyo 2020

Cabang olahraga paralimpiade Tokyo 2020
Atlet National Paralympic Committee (NPC) sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk persiapan Paralimpiade tahun ini di Tokyo, Jepang (sumber: instagram.com/detikcom)

Paralimpiade Tokyo 2020 sudah mulai berjalan. Sama halnya dengan perhelatan olahraga lainnya, paralimpik juga mengadakan beragam cabang olahraga. Berikut ini kami berikan ulasan singkat mengenai cabang olahraga Olimpiade paralimpiade Tokyo 2020.

Cabang Olahraga Paralimpiade Tokyo 2020

  1. Panahan

Cabang olahraga ini terbagi menjadi tiga kelas seperti;

Bacaan Lainnya
  • ARW1
  • ARW 2
  • ARST
  1. Atletik

Khusus untuk cabang olahraga ini, seluruh penyandang disabilitas bisa mengikutinya. Hanya ada pembeda yang bisa dilihat dari huruf atau angka, seperti huruf F dan T, nomor 11 – 13, nomor 20, nomor 31 – 38, nomor 40, nomor 42 – 46, kategori T52 – 54, dan kategori F51 – 58.

  1. Bulu Tangkis

Aturan permainan yang berlaku di cabor ini sama dengan permainan bulu tangkis pada umumnya. Hanya saja pada Paralimpiade Tokyo 2020, terbagi atas kategori seperti berikut ini:

  • WHI dan WH2
  • SL3 dan SL4
  • SU5
  • SS6
  1. Boccia

Cabor ini merupakan salah satu olahraga di dalam ruangan dengan lapangan seukuran lapangan bulu tangkis. Boccia mirip seperti bowling, untuk event paralimpiade Tokyo 2020, ada beberapa kategori yang dilombakan, seperti; BC1, BC2, BC3, dan BC4

  1. Dayung

Pada event olahraga ini dayung terbagi atas empat kelas, terdiri dari; AM1x, AWIx, TA2x, dan LTA4+

  1. Sepeda

Atlet sepeda di kompetisi ini nantinya akan melewati trek khusus dan jalan raya. Untuk atlet dengan gangguan fisik akan bersepeda di jalan raya, sedangkan yang memiliki gangguan penglihatan akan turun pada cabang tandem dan didampingi oleh pemandu. Cabang olahraga ini terbagi atas beberapa kelas, seperti berikut:

  • Sepeda tangan H1 – 4
  • Sepeda roda tiga T1 – 2
  • Nomor sepeda C1 – 5
  1. Berkuda

Cabor ini hanya terdiri dari kompetisi dressage yang membagi dalam kategori lima kelas. Adapun nomor kelas tersebut antara lain; tingkat I a, I b, II, III, dan tingkat IV.

  1. Sepak Bola

Pada paralimpiade Tokyo 2020 pemain bola sepak hanya lima pemain untuk atlet dengan keterbatasan penglihatan sedangkan untuk atlet yang mengalami gangguan motorik jumlah pemain per tim-nya sebanyak tujuh orang.

Khusus untuk permainan dengan tim lima orang, seluruh pemain kecuali kiper harus mengenakan penutup mata. Pada permainan ini juga tidak ada peratiran offside, namun penjaga gawang tidak boleh meninggalkan areanya. Syarat atlet di kategori ini setidaknya memiliki kemampuan untuk bermain secara fisik.

Sementara itu, untuk permainan sepak bola dengan tuju pemain atlet akan terbagi menjadi kategori C5, C6, C7, dan C8. Penentuan kategori ini tergantung dari kemampuan sang atlet dalam mengontrol bola, kordinasi tubuh, dan berlari. Dalam kategori ini atlet harus memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri. Di setiap pertandingan minimal ada satu atlet dengan kategori C5 dan untuk masing-masing tim tidak boleh menggunakan pemain C8 lebih dari dua.

  1. Bola Gawang

Dalam Sejarah Paralimpiade, Bola gawang ternyata cabor khusus untuk atlet tuna netra dengan serangkaian aturan khusus dan olahraga ini tidak memiliki klasifikasi. Pemain bola gawang akan memakai penutup mata. Pada permaian bola gawang ini, bola yang digunakan terlengkapi dengan lonceng. Penggunaan lonceng tersebut bertujuan untuk memberikan arahan kepada pemain. Maka dari itu, permainan ini harus dilakukan dalam keadaan hening atau tanpa sorak suara supporter.

  1. Judo

Cabang olahraga paralimpiade Tokyo 2021 selanjutnya yaitu Judo. Kategori untuk cabang olahraga ini dibedakan dengan tanda pakaian yang dikenakan. Atlet yang memiliki gangguan parah mengenakan pakaian dengan lingkaran merah, sedangkan atlet dengan gangguan pendengaran mengenakan lingkaran berwarna biru pada lengan.

  1. Angkat Besi

Pada cabang olahraga paralimpiade Tokyo 2020 ini ada 10 kategori berbeda untuk atlet putra dan putri. Pembagian kategori berdasarkan berat badan, sehingga atlet dengan gangguan yang berbeda bisa saling bersaing di cabor ini.

  1. Layar

Selain dayung, olahraga air lainnya yang juga ikut dipertandingkan dalam paralimpik ini yaitu layar. Ada tiga kelas di cabor layar yaitu sonar dengan jumlah awak tiga, Skud-18 untuk dua atlet, dan 2,4mR untuk satu atlet.

  1. Voli Duduk

Cabang olahraga paralimpiade Tokyo 2020 selanjutnya yaitu voli duduk. Seperti namanya, pada cabor ini atlet harus melewatkan bola di atas net sembari duduk.

  1. Menembak

Pada cabang olahraga ini hanya ada dua kelas yakni kelas kursi roda dan kelas berdiri. Kedunya kelas tersebut kemudian terbagi lagi menjadi enam sub kelas yang seluruhnya dibedakan berdasarkan alat bantu gerak dari atlet uang bersangkutan.

  1. Renang

Pelaksanaan pertandingan cabang olahraga ini di kolam renang standar beukuran 50 m dengan gaya bebas, gaya punggung, gaya dada, gaya kupu-kupu, serta gaya ganti.

  1. Taekwondo

Cabang olahraga selanjutnya yang juga ada di paralimpiade Tokyo 2020 yaitu taekwondo. Seni bela diri ini terdiri dari tiga ronde dua menit. Poin akan bertambah jika atlet bisa memberikan tendangan yang lebih sulit dari lawannya. Namun tendangan di area kepala hingga ke tubuh tidak akan menghasilkan skor.

  1. Tenis Meja

Untuk bisa memenangkan permainan ini, atlet harus mencapai 11 poin terlebih dahulu dari lawannya. tenis meja di paralimpik 2020 terbagi atas 11 kelas dengan keterbatasan fisik dan intelektual.

  1. Triatlon

Cabang olahraga paralimpiade Tokyo 2020 ini terbagi atas tiga tahap yaitu renang 750 m, bersepeda dengan jarak 20 km, dan lari sejauh 5 m. Atlet yang masuk dalam kualifikasi  bisa ikut bertanding di kompetisi ini.

  1. Bola Basket dengan Kursi Roda

Pertandingan bola bakset ini bisa diikuti oleh atlet kursi roda dengan amputasi di bawah paha atau mereka yang menderita gangguan safat motor dan polio.

  1. Anggar dengan Kursi Roda

Tidak hanya basket saja yang menggunakan kursi roda, cabang olahraga anggar juga menggunakan kursi roda. Ada dua kategori untuk olahraga ini yaitu kategori A untuk atlet dengan keseimbangan yang baik dan kategori B untuk atlet dengan keseimbangan buruk namun memiliki kemampuan penuh pada satu atau dua tungkai atas.

  1. Rugby dengan Kursi Roda

Permainan ini ada di dalam ruangan dengan ukuran yang sama seperti lapangan basket. Pada permainan ini satu tim berisi atlet campuran pria dan wanita. Atlet rugny kursi roda ini terbagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan point. Poin 0,5 untuk kategori paling buruk dan poin 3,5 untuk kategori paling mampu.

  1. Tenis dengan Kursi Roda

Pada cabang olahraga paralimpiade Tokyo 2020 ini terbaik atas dua kelar yaitu kelas terbuka dan kuad. Di cabor ini atlet boleh memantulkan bola dual dengan pantulan tetap berada di dalam lapangan. Jangan lupa juga untuk melihat Jadwal Pertandingan Paralimpiade Tokyo 2020.

Jangan lupa juga untuk memberikan dukungan kepada atlet paralimpiade Tokyo 2020 asal Indonesia yang terus berjuang mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah Internasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *