Tur Desa Tenganan, Banyak Aktivitas Menarik yang Bisa Dicoba, Apa Saja?

Tur Desa Tenganan, Banyak Aktivitas Menarik yang Bisa Dicoba, Apa Saja?
Tur Desa Tenganan, Banyak Aktivitas Menarik yang Bisa Dicoba, Apa Saja? (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Desa Tenganan biasanya akan selalu dimasukkan ke rencana perjalanan wisata jika sedang berada di Bali Timur. Bali Timur tidak hanya bisa menelusuri Istana Air Tirta Gangga, Pura Gua Kelelawar Goa Lawah atau istana kerajaan Puri Agung Karangasem saja. Anda juga dapat melakukan perjalanan melalui sawah ke desa, belajar tentang arsitektur unik dan mempelajari ibadah keagamaan dengan ke desa Tenganan.

Tenganan awalnya terisolasi dari bagian Bali sampai tahun 1970-an, dan kehidupan di sana berlanjut seperti selama ratusan tahun tanpa pengaruh eksternal. Tenganan sekarang terbuka untuk dijelajahi wisatawan, tetapi tradisi aslinya tetap ada. Desa yang mempesona ini membuat perjalanan akan semakin menarik.

Bacaan Lainnya

Aktivitas di Desa Tenganan

Desa budaya Tenganan adalah salah satu dari tiga desa adat Bali Aga/Bali. Dua lainnya adalah Trunyan dan Sembiran. Tenganan terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Indonesia.

Kalau sudah di desa ini, apa saja aktivitas yang bisa dilakukan?

1. Menjelajahi Rumah Adat

Rumah-rumah di Tenganan memiliki karakteristik yang sama satu sama lain. Rumah-rumah tersebut terbuat dari campuran bata merah, batu kali, dan tanah. Bentuk dan ukuran rumah relatif sama. Ciri khas pintu masuk rumah seukuran orang dewasa.

Tidak hanya rumah adat yang dipelihara di desa ini tetapi juga keturunannya dipelihara dengan perkawinan antar sesama penduduk desa. Alhasil, desa Tenganan tetap tradisional dan eksotis, meskipun masyarakat Tenganan menerima informasi dari dunia luar tetapi tetap tidak akan berubah dengan cepat. Aturan adat atau awig-awig di desa ini memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat desa Tenganan.

2. Belanja Hasil Kerajinan Penduduk

Untuk mendongkrak potensi wisata, banyak warga Desa Tenganan yang menjual hasil kerajinan tangan kepada wisatawan. Anda juga dapat melihat toko seni setelah Anda melangkah ke pintu masuk. Warga desa menjual banyak kerajinan seperti anyaman bambu, ukiran, lukisan mini yang diukir di daun lontar yang telah dibakar.

Kain pegringsingan merupakan karya warga Tenganan yang paling terkenal. Nama pegringsingan berasal dari kata gring yang artinya “sakit” dan sing yang artinya “tidak”. Ketika kedua kata tersebut digabungkan, artinya “tidak ada rasa sakit”. Kain pegringsingan berfungsi sebagai pengusir sial.

3. Menyaksikan Aktivitas Penduduk

Saat mengunjungi desa ini, Anda akan merasakan suasana yang aman dan damai. Penduduk desa sangat hangat dan ramah. Anda dapat berjalan-jalan di sekitar area desa dan menyaksikan aktivitas mereka sehari-hari. Waktu terbaik untuk kesana adalah pada sore hari, karena pada sore hari penduduk desa Tenganan biasanya melakukan aktivitasnya.

Mereka berkumpul di depan rumahnya atau keluar dan berkumpul dengan warga lainnya. Pada kesempatan itu Anda dapat menyaksikan dan melihat perilaku tradisional dan budaya tradisional mereka yang sangat kuat.

Desa Tenganan merupakan kampung wisata yang masih mempertahankan gaya hidup tradisional. Pola  hidup masyarakatnya sesuai dengan aturan adat adat desa yang diwarisi dari nenek moyang. Kalau sedang ke Pulau Dewata, jangan hanya berburu foto Ubud Bali saja, namun juga kunjungi wisata ini!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *