4 Macam Gaya Lompat Tinggi Beserta Gambar Penjelasannya

gaya lompat tinggi

Lompat Tinggi adalah salah satu cabang olahraga atletik yang dilakukan tanpa alat untuk melewati mistar atau bar dalam ketinggian tertentu. Olahraga ini juga sering dimainkan di sekolah-sekolah serta menjadi salah satu olahraga yang rutin masuk dalam pekan olahraga nasional (PON), SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

gaya lompat tinggi

Tujuan utama melakukan olahraga lompat tinggi adalah untuk menguji leaping ability atau kemampuan melompat dengan gaya lompat tinggi tertentu. Ada beragam gaya lompat tinggi yang dipertandingkan yakni gaya gunting, gaya guling sisi, straddle dan fosbury flop. Lompat tinggi membutuhkan matras sebagai tumpuan setelah meloncat, serta dua tiang setinggi 4 meter dan satu papan mistar untuk uji lompatnya.

Sarana dan Prasarana Lompat Tinggi

Di sekolah-sekolah tinggi mistar disesuaikan dan biasanya lebih rendah ketimbang tinggi mistar untuk para atlet profesional atau yang berusia dewasa. Sedangkan untuk atlet profesional sarana dan prasaranya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk Awalan: Awalan panjangnya tidak memiliki batas atau bisa sejauh-jauhnya. Namun untuk daerah tumpuan harus datar dengan memiliki tingkat kemiringan 1:100 meter
  2. ┬áTiang untuk lompat tinggi memiliki jarak sekitar 3.98 – 4.02 meter dengan terbuat dari bahan yang kuat dan kokoh
  3. Bilah untuk lompat tinggi terbuat dari kayu atau metal yang memiliki spesifikasi panjang mistar 3.98-4.02 meter dan beratnya 2 kg. Garis tengah memiliki ukuran 2.5 hingga 3 meter dengan permukaannya harus datar dan berukuran 2x15x20 cm dan lebar penopang bilahnya 4cm serta panjang 6 cm
  4. Tempat pendaratan memiliki ukuran lebih dari 3×5 meter dengan ketinggian 60cm, tebal matras sekitar 10-20 cm

Jenis dan Macam Macam Gaya Lompat Tinggi

Olahraga atletik ini memiliki empat macam gaya yang sering dimainkan, untuk penjelasan tiap-tiap gaya adalah sebagai berikut

Gaya Gunting (Scissors)

Lompat tinggi gaya gunting atau scissor memiliki ciri khas yakni lompatan dilakukan dengan kaki kanan sebagai tumuan dan mendarat dengan kaki kiri. Untuk tahapan lompat ini yakni:

  • Posisi Awalan: Atlet berlari dengan posisi serong ke arah kiri atau kanan. Kemudian penentuan arah tersebut akan digunakan sebagai tumpuan start, umumnya para atlet menggunakan tumpuan kaki kanan. Namun beberapa atlet juga lebih kuat menggunakan kaki kiri sebagai tumpuannya.
  • Posisi Tumpuan: Kaki terkuat digunakan sebagai tumpuan kemudian kaki yang lainnya diayunkan lurus kearah depan dan menyilang ke bibir mistar. Tumpuan dan tolakan harus dilakukan dengan kuat agar menghasilkan lompatan yang optimal
  • Posisi Melayang: Kaki atlet yang dijadikan sebagai tumpuan akan mengikuti kaki yang lain yang menjadi inisiator ayunan, gerakan kaki harus selaras dan melebihi tinggi kaki pertama yang menjadi saranan ayunan. Gerakan dalam lompatan ini sangat mirip dengan gunting sehingga disebut dengan gaya gunting.
  • Posisi Mendarat: Kaki yang digunakan untuk mendarat yakni kaki yang menjadi tumpuan sebelumnya, posisi badan menghadap ke arah mistar. Teknik pendaratan ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari cedera.

Gaya Guling (Straddle)

Lompat Tinggi Gaya Straddle adalah salah satu teknik lompat tinggi yang paling banyak digunakan dalam perlombaan. Teknik ini memiliki beberapa tahapan yakni:

  • Posisi Awalan: Arah dan sudut yang digunakan memiliki kesamaan dengan guling sisi, menggunakan kaki kiri untuk tumpuan dan awalannya dilakukan dari sebelah kiri. Jika ingin menggunakan kaki kanan maka posisinya dapat sebaliknya.
  • Posisi Tumpuan: Kaki yang dekat dengan tiang misrae dijadikan sebagai tumpuan utama. Tumpuan harus dilakukan dengan baik dan dengan kekuatan yang besar untuk mendapatkan lompatan yang tinggi.
  • Posisi Melayang: Tubuh dilayangkan ke udara melampaui mistar. Posisi badan telungkup dan sejajar dengan mistar dengan kaki menangkat. Kaki yang menjadi tumpuan diayunkan. Untuk mendarat gunakan dengan kaki yang tepat.

Gaya Guling Sisi

Lompat tinggi gaya guling sisi sering disebut sebagai western roll. Ditemukan oleh G Horin pada 1912. Sama seperti gaya lompat tinggi lainnya, kali ini juga memiliki awalan, tumpuan, melayang dan pendaratan

  • Posisi Awalan: Dilakukan dengan kemiringan sudut 35 hingga 40 derajat, dapat menggunakan kaki terkuat sebagai tumpuan. Awalan dilakukan dari arah kaki terkuat.
  • Posisi Tumpuan: Atlet menggunakan kaki yang dekat mistar dan kemudian dijadikan tumpuan, kemudian posisi kaki akan mengayun sehingga menghasilkan gerakan menyilang pada mistar
  • Posisi Melayang: Badan miring dari mistar namun sejajar. Kepala diturunkan sesaat setelah melayang dilakukan. Posisi kepala harus lebih rendah dari pinggul.
  • Posisi Mendarat: Sesaat setelah tubuh melayang melewati mistar, pendaratan dapat dilakukan dengan menggunakan tangan dan kaki.
  • Gaya Fosbury Flop

Lompat tinggi gaya fosbury flop juga tak kalah populer, teknik ini dikembangkan oleh Ricarord Fosbury. Memiliki beberapa tahapan yakni:

  • Posisi Awalan: Atlet akan mengambil 7-9 langkah awalan, gerakan harus dilakukan melengkung atau melingkar.
  • Posisi Tumpuan: Tumpuan dapat dilakukan menggunakan kaki terkuat kemudian tolakan bisa dilakukan oleh kaki yang berlawanan. Gerakan kedua tangan ke atas dari arah samping kepala. Lompatan ini akan menghasilkan putaran 180 derajat yang menjadi ciri khas gaya ini.
  • Posisi Melayang: Pada saat melayang tubuh telentang dan menggantungkan kaki secara rileks. Arahkan dagu mendekati dada dan munggung di mistar sehingga posisinya akan seperti busur.
  • Posisi Mendarat: Pendaratan pada teknik ini agak sedikit berbeda, dan menggunakan punggung terlebih dahulu yang kemudian diikuti oleh kepala dan yang lainnya. Ukuran matras harus lebih tebal dan memiliki pantulan yang bagus untuk kepentingan mendarat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *