4 Teknik Dasar Lompat Jauh Beserta Penjelasannya

Teknik Dasar Lompat Jauh

Lompat jauh adalah salah satu cabang olahraga atletik yang cukup populer di sekolah-sekolah. Olahraga ini sangat simpel yakni mengandalkan lompatan untuk mendapatkan jarak sejauh-jauhnya dari tolakan lompatan. Namun lompat jauh ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.

Teknik Dasar Lompat Jauh

Sejarah Lompat Jauh

Lompat jauh sudah ada sejak era Olimpiade Kuno di Yunani yakni pada tahun 708 masehi. Lompat jauh merupakan salah satu cabang yang dipertandingkan dan ada catatan lompatan sejauh 7.05 meter oleh peserta Sparta.

Lompat jauh menjadi salah satu skill yang harus dikuasai oleh prajurit kuno, karena akan melatih ketangkasan yang sangat dibutuhkan saat perang ataupun bertahan dalam situasi tertentu seperti untuk melewati jurang dan parit.

Olahraga lompat jauh yang kita kenal saat ini merupakan hasil evolusi panjang, dari skill yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi olahraga ketangkasan dan atletik yang diperlombakan di berbagai level. Lompat jauh semakin terkenal hingga saat sekarang ini dan menjadi menu wajib untuk olahraga di sekolah-sekolah.

Pengertian Lompat Jauh

Lompat Jauh adalah usaha atau gerakan untuk mendapatkan lompatan sejauh-jauhnya dari posisi tolakan awal dengan didahului awalan (berlari) kemudian melompat dan memposisikan badan lebih melayang saat diudara. Tujuan utama dari olahraga ini adalah mencapai jarak sejauh-jauhnya dengan beberapa peraturan yangbisa menjadi acuan dalam perlombaan.

Teknik Dasar Lompat Jauh

Lompat jauh memiliki empat macam teknik dasar yang harus dikuasai agar hasil yang diraih menjadi maksimal. Beberapa tekniknya diantaranya:

Teknik Awalan

Posisi awalan adalah berlari yang dipercepat dari langkah pertama hingga langkah terakhir pada titik tolakan. Enam hingga tujuh langkah sebelum mendekati titik tolakan kecepatan harus maksimal agar bisa memberikan jarak lompatan yang lebih jauh.

Lari bisa dilakukan secara tegak lurus atau agak miring dari kiri atau kanan sesuai dengan selera atlet. Namun yang menjadi krusial adalah kecepatan saat mendekati titik tolakan yang harus benar-benar dipercepat hingga kecepatan maksimal untuk memberi tenaga dorong kedepan.

Teknik Tolakan

Tolakan harus dilakukan dengan benar dan hati-hati, kaki yang digunakan untuk melakukan tolakan adalah kaki terkuat yang umumnya kaki kanan. Namun sebagian atlet juga menggunakan kaki kiri sebagai tolakan. Saat melakukan tumpuan di titik tolakan, maka sang atlet harus dalam keadaan berlari kencang dan menginjak titik tolakan yang disediakan dengan benar.

Apabila sang pelompat tidak melakukan tolakan pada titik yang benar, maka akan dianggap miss/gagal dan diulang lagi dari awal. Gerakan tolakan membutuhkan kecepatan, kekuatan dan gerakan koordinasi yang membuat tolakan menjadi maksimal. Tolakan akan menentukan seberapa jauh lompatan yang diraih.

Teknik Melayang

Melayang di udara juga sangat penting untuk memaksimalkan awalan dan tolakan yang terlebih dahulu dilakukan. Saat tubuh berada di udara maka pastikan agar tubuh dalam keadaan seimbang dan hentakan tubuh ke arah depan mengikuti gravitasi maksimal kedepan.

Beberapa tips untuk dapat mempertahankan posisi ideal di udara yakni tetap menjaga keseimbangan badan selama masih melayang di udara, perkecil tekanan dari udara dengan membentuk kerucut yakni kaki yang berada didepan badan, usahakan untuk melayang selama mungkin dan persiapkan kedua kaki yang ada didepan tersebut untuk mendarat dengan baik.

Teknik Pendaratan

Bagian terakhir dari tubuh akan dihitung sebagai jarak lompatan, oleh karena itu pastikan lakukan pendaratan dengan baik. Posisi paling ideal untuk mendarat yakni menggunakan kekuatan kedua kaki dan masih seimbang untuk mempertahankan posisi setengah berdiri saat mendarat.

Mendarat juga bisa menggunakan anggota tubuh lainnya seperti bokong, namun sangat beresiko untuk mengurangi jarak lompatan karena pasti berada lebih jauh dibelakang kedua kaki. Namun jika anda memaksimalkan melayang di udara pada step sebelumnya, maka mendarat dengan bagian tubuh yang manapun tidak akan menjadi masalah.

Perlu diperhatikan untuk mendarat menggunakan bagian tubuh yang terkuat untuk mendarat untuk mengurangi risiko cedera. Pendaratan terbaik dilakukan menggunakan kedua kaki.

Gaya Lompat Jauh

Setelah memahami teknik dan cara melakukan lompat jauh, maka anda juga perlu mengetahui gaya-gaya lompat jauh yang sering digunakan dalam perlombaan. Berikut selengkapnya:

Gaya Jongkok

Gaya Jongkok sering juga disebut sebagai gaya ortodok. Yakni gaya yang dilakukan seperti membentuk posisi jongkok ketika badan melayang di udara. Gaya ini juga dapat memaksimalkan hasil lompatan karena posisi tangan mengayun ke belakang untuk membantu tubuh mendapatkan jarak yang maksimal saat melompat.
Pendaratan pada gaya ini menggunakan kedua kaki, dan gaya jongkok ini sangat umum dilakukan dalam perlombaan lompat jauh karena menghasilkan lompatan yang lebih jauh ketimbang gaya lompat jauh lainnya.

Gaya Menggantung

Gaya menggantung atau schnepper adalah kebalikan dari gaya jongkok secara posisi. Pada gaya ini, atlet akan mengayunkan tangan keatas dan badan akan terlihat lebih tegap di udara. Kunci pada gaya menggantung ini yakni pada tolakan yang lebih pendek serta lompatan yang lebih tinggi untuk memaksimalkan jarak dari lompatan tersebut.

Posisi mendarat lebih seimbang karena badan lebih siap saat mendarat. Pendaratan menggunakan kedua kaki yang ditekuk. Gaya ini tak banyak diperlombakan namun sering dilatih oleh para atlet lompat jauh.

Gaya Berjalan di Udara

Gaya ini sering dikenal sebagai walking in the air, yakni gaya lompat jauh yang mirip berjalan di udara ketika badan sedang melayang. Awalan dari gerakan ini tidak harus berlari dengan sangat kencang, namun perkuat tolakan agar badan dapat mengangkat lebih tinggi untuk bisa memperagakan gerakan seperti berjalan di udara.

Dibandingkan dengan gerakan menggantung, gaya ini lebih tegap dan kaki lebih aktif di udara untuk mendapatkan energi kedepan yang lebih banyak. Gaya ini juga sering diperlombakan di beberapa kompetisi. Namun pastikan ketika ingin mencobanya perhatikan posisi mendarat agar tumpuan kaki tidak salah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *